getting date ...
Online Users

Dugaan Korupsi Siskohat Depag Sebesar Rp52,773 M

Dibaca : 624 x
edison

Headline

Senin, 25 April 2011 16:24 WIB

ist.

beritabatavia.com - Selain mempermudah penyelengaraaan haji Indonesia dimasa datang, Sistim Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) juga direncanakan untuk mengefesiensikan penggunaan anggaran. Namun, harapan itu belum terwujud, sudah mengobarkan aroma berbau korupsi yang merugikan negara mencapai Rp 52,773 miliar.
Merebaknya, kabar tak sedap dari Kementerian Agama (Kemenag) ini berawal dari investigasi dan sejumlah keterangan yang diperoleh, seperti di laporkan majalah ‘Vonis Tipikor’. Berdasarkan laporan, ditemukan dugaan adanya praktik korupsi dalam proyek Siskohat Kemenag berupa  inefisiensi anggaran negara sebesar Rp43,332 miliar. Serta dugaan adanya mark-up harga yang merugikan negara hingga Rp3,507 miliar. Dan pengadaan perangkat Siskohat fiktif yang mencapai sebesar Rp5,662 miliar berikut  denda keterlambatan yang nilainya mencapai Rp245,509 juta. Sehingga total kerugian negara akibat praktik melawan hukum ini, mencapai Rp 52,773 miliar.
Diduga, praktik korupsi ini terjadi karena minimnya pengetahuan dari pihak pemberi kerja kepada rekanan. Sehingga pihak rekanan yang juga memiliki pengetahuan minim terkait aplikasi sistem, melakukan berbagai kecurangan.
Anehnya, empat pejabat yang diduga bertanggung jawab terhadap proyek Siskohat hanya mendapat sanksi administratif dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Keempat pejabat masing-masing Kasubdit Pendaftaran Jemaah Direktorat Pelayanan, Drs Chepi Supriatna, Kasubdit Pengembangan Sistem Informasi Haji Drs HM Amin Akkas, Kasi Siskohat pada Subdit Pendaftaran Jemaah H Erwin Julystiawan S.Kom MMSi, serta Staf Seksi Pemberangkatan dan Pemulangan  Maulana. Hanya dijatuhi sanksi berupa penurunan pangkat dan gaji berkala serta pencopotan jabatan.

Pengadaan Barang Bermasalah

Salah satu penyebab terjadinya kerugian negara dalam mempersiapkan perangkat Siskohat adalah dalam hal kriteria OE (harga perkiraan sendiri). Yaitu harga perkiraan sendiri yang tidak memiliki dasar valid. Ada indikasi pihak penyelenggara lelang  membuat daftar harga sendiri dengan hanya melihat kontrak-kontrak sebelumnya. Sama sekali tidak melakukan survei khusus ke lapangan mengenai harga pasar.
Proyek ini menjadi mubajir dan menghabur-hamburkan uang negara, karena dibeberapa daerah sudah ada yang memiliki aplikasi Siskohat sendiri. Hal ini juga membuktikan, bahwa  panitia pengadaan tidak memiliki data yang jelas mengenai daerah-daerah yang sudah dan belum memiliki Siskohat. Bahkan, aplikasi yang dimiliki daerah mempunyai spesifikasi yang lebih tinggi dari aplikasi Siskohat di Kementerian Agama pusat.Dari inefisiensi ini saja, negara sudah dirugikan Rp43,332 miliar. 
Sebuah informasi dari pejabat Kementerian Agama menyebutkan, belum ada laporan penyedia jasa kepada owner sehubungan dengan empat proses pengadaan/pengembangan Siskohat itu sendiri. Bahkan, hingga Februari 2010, masih ada perusahaan penyediaan barang dan jasa belum  melakukan kewajiab untuk mengadakan pelatihan dan implementasi pelaksanaan program Siskohat di daerah. Termasuk berapa persen biaya pelatihan dan implementasi serta juga tidak dilakukan survei atau pendataan tentang daerah-daerah yang telah atau memiliki perangkat sendiri.
Berdasarkan pengadaan barang dan jasa di Siskohat ini, bisa dilihat lagi dari spesifikasi Kandepag Online. Secara substansi sistem dikatakan tidak berbeda antar kabupaten-kota, yang ada hanyalah penambahan ‘user authenticatioin’. Nah, di dalam anggaran pengadaan aplikasi tersebut koefisien dihitung berdasarkan kuantitas maupun jumlah kabupaten, yaitu sebesar Rp5,912 miliar. Padahal pembuatan aplikasi tersebut cukup sekali proses saja yang bisa dianggarkan dengan biaya Rp250 juta saja sesuai toleransi. Akibatnya, terjadi pengadaan fiktif sebesar Rp5,662 miliar.
Begitu juga terjadi inefisiensi pada pengadaan Kandepag Online dan sewa jariangan di 85 kabupaten-kota. Dimana terdapat pengadaan server Aplikasi dan Backup IBM X 3550 M2 yang fungsinya sebagai server dari semua ‘client’ aplikasi Kandepag Online di 84 kabupaten-kota. Tapi, semua itu tidak disatukan dengan server yang diadakan pada pengadaan Kandepag Online 74 sebelumnya. Sehingga terjadi inefisiensi sebesar Rp181,912 juta.
Tidak hanya itu, untuk spesifikasi server aplikasi Kandepag IBM 3200 M2 terdapat pembelian windows server 2008 standart edition 5 CAL yang harus diinstal pada komputer dimaksud. Kenyataannya yang terinstal adalah OS windows server 2003 yang merupakan bundled pembelian tersebut. Dalam hal ini terjadi selisih sebesar Rp614,380 juta.
Keterlambatan menyelesaikan pekerjaan dan kemahalan harga yang diajukan pihak perusahaan kelihatan dalam salah satu perusahaan yang mendapatkan kontrak Kandepag Online sebanyak 74 lokasi. Nilai kontrak Rp16,979 miliar yang diambil dari dana BOIH 1429 H atau 2009 M, nomor Dt.VII.II/4/HJ.05/1074/2009 tanggal 23 April 2009 dengan masa penyelesaian  pekerjaan selama 105 hari kalender atau selesai 5 Agustus 2009, sehingga terjadi rata-rata keterlambatan 20 hari kalender atau sekitar Rp16,979 juta. Di samping itu, terjadi kemahalan harga perangkat yang mencapai kisaran Rp1,412 miliar. Dan perangkat Siskohat dari pusat yang berjumlah 74 paket tersebut hingga Februari 2010 belum dimanfaatkan ataupun digunakan sehingga terjadi inefisiensi sebesar Rp14,384 miliar.
Hal yang sama juga terjadi pada perjanjian kontrak nomor Dt.VII.II/4/HK.00/9570/2009 tanggal 16 November 2009 tentang pengadaan barang/jasa perangkat komputer dan komunikasi untuk 85 Kandepag kabupaten-kota senilai  Rp18.699 miliar. Anggaran yang digunakan berasal dari DIPA Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah  2009 dengan masa pengerjaan 45 hari kalender atau 16 November sampai dengan 31 Desember 2009.
Ternyata batas waktu penyelesaian baru tanggal 15 Februari 2010 sehingga terjadi keterlambatan 46 hari kalender dengan kerugian Rp43,008 juta.

Harus Diusut Tuntas

Terkait dugaan korupsi pada proyek Siskohat Kemenag Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsoi (GN-PK) Pusat, Adi Warman SH,MH,MBA menegaskan, bahwa kasus ini  tidak bisa dibiarkan. “Hukuman administrasi yang diberikan kepada para pelaku yang bertanggungjawab belum cukup. Kasus ini harus diproses secara hukum,” kata Adi Warman.
Menurut Adi, kalau dilihat dari modus operandinya dan kerugiannya, ini dipicu tidak adanya pengawasan yang ketat dari pihak Kementerian Agamanya. Di samping itu, bisa saja proyek ini dikerjakan oleh pihak-pihak yang tidak berkompeten, seperti adanya hubungan baik dengan pejabat tinggi di Kementerian Agama. Tidak sinkronnya antara satu bidang dengan bidang lainnya, sehingga tidak ada koordinasi antara satu sama lain.
“Kami sudah mendapatkan laporan kasus ini dan kami tidak main-main, akan menuntaskan kasus ini. Dan kami yakin sekali, ada pihak lain yang terlibat selain dari empat orang yang disebutkan dalam berkas Inspektur Jenderal Kementerian Agama,” tutur Adi Warman.
Dan secara terbuka, Adi juga menyatakan keheranannya, kok kasus yang demikian besar hanya dijatuhi sanksi sangat ringan.  Hal inilah yang menjadi tanda tanya besar  sehingga memerlukan kerja ekstra keras bagi pihak penyidik untuk mengungkapkan hal yang sebenarnya. “Penyidik harus menuntaskan kasus ini dan jangan mencoba-coba berani menerbitkan SP3 seperti kasus pengadaan paket buku senilai Rp46 miliar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang hingga kini masih terkatung-katung tidak tahu juntrungannya di Kejaksaan Agung,” tandasnya. 0 son

Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL METRO

JAH Pembunuh Sri Karena Dituding Selingkuh


Setelah dibekuk di Nabire, Papua pada 21 November kemarin, sang pembunuh Jean Alter Huliselan (JAH) tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. JAH diduga terkait dengan pembunuhan Sri Wahyuni, wanita yang jasadnya ditemukan membusuk di ...

Kanal Olah raga

Lahm Cedera, Ribery Sedih


Gelandang Bayern Muenchen, Franck Ribery sangat menyesalkan cedera serius yang dialami kapten mereka Philipp Lahm. Pasalnya, lantaran cedera tersebut, Lahm absen tiga bulan saat membela "The Bavarians".

Sang kapten mengalami cedera retak engkel dalam sesi latihan ...

Kanal Nasional

Mantan Wakapolri: Jokowi Ke Wisuda Anak, Tunjukkan Indonesia Aman


Dengan menumpang pesawat komersil, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana terbang ke Singapura untuk menghadiri acara wisuda anaknya, Kaesang Pangarep. Padahal dia bisa saja menggunakan pesawat kepresidenan.

Tak cuma itu. Pengamanan presiden ke-7 tersebut juga terbilang ...