getting date ...
Online Users

Kasus Kredit Tanpa Jaminan, Seret Oknum Petinggi BRI

Dibaca : 522 x
edison

BUMD

Minggu, 26 Juni 2011 11:15 WIB

ist.

beritabatavia.com - Hingga saat ini kasus kredit macet di BRI masih berselimut misteri. Pihak BRI terkesan melakukan upaya perlindungan dan penyelamatan oknum petinggi BRI yang diduga terlibat pengucuran dana kredit tanpa jaminan sebesar Rp95 miliar

Keengganan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyelesaikan kasus kredit macet sebesar Rp95 miliar yang terjadi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Tulang Bawang, Lampung, merupakan upaya untuk melindungi dan menyelamatkan sejumlah okum petinggi BRI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Hal tersebut disampaikan ketua Forum Masyarakat Peduli Hukum (FMPH) Edison Siahaan, kepada Tabloid Pro Batavia, kemarin. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh oknum petinggi BRI  sangat jelas mengindahkan prinsip kehati-hatian. Bahkan, ada dugaan dana yang dikucurkan digunakan untuk membiayai kegiatan politik, di daerah itu. “ Mana bisa mungkin kredit dikucurkan hingga puluhan miliar, tanpa jaminan yang setimpal,” kata Siahaan.
Untuk itu, pihaknya mendesak aparat penegak hukum seperti Polri, KPK atau Kejaksaan segera melakukan penyelidikan. “ Dana yang digunakan itu adalah uang rakyat, harus dipertanggung jawabkan secara hukum,” tegasnya.
 
Lebih lanjut dia mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi bahwa debitur yang menerima kucuran kredit itu, saat ini sudah menjabat sebagai wakil Bupati salah satu Kabupaten di Lampung. Sementara, pihak yang bertanggung dalam proses pengucuran kredit adalah Kepala Cabang Pembantu BRI Tulang Bawang saat itu Didit Wijaya, dan Kepala Cabang BRI Lampung Randianto serta Kepala Kredit BRI Pusat Hendrasasmito. “ Aparat penegak hukum harus segera meminta keterangan terhadap ketiga orang ini,” ujar Siahaan.

Hasil Audit

Terkuaknya dugaan kredit macet sebesar Rp95 miliar di KCP BRI Tulang Bawang, Lampung berawal dari hasil pemeriksaan tim audit internal BRI, beberapa waktu lalu. Salah seorang petugas mengatakan, hasil pemeriksaan tim audit, ditemukan adanya dugaan bahwa pihak BRI cabang Lampung telah mengabaikan prinsip kehati-hatian yang menjadi standar dasar di setiap bank. Sehingga, kelalaian tersebut berdampak pada kredit macet yang hingga saat ini belum ada penyelesaian oleh pihak PT NPA sebagai debitur.

Diduga, tim pemberi fasilitas kredit BRI tidak lebih dulu melakukan survey dan analisa yang mendalam terhadap calon debitur. Tetapi, justru langsung memberikan persetujuan pengucuran dana kredit kepada PT NPA. Bahkan, pihak BRI secara berkala terus mengucurkan dana kredit hingga mencapai sebesar Rp95 miliar. Padahal, pihak debitur belum memenuhi kewajiban sesuai dengan kesepakatan antara BRI dengan PT NPA.

Menurut petugas audit yang tidak mau disebut identitasnya, pihak  debitur  PT NPA adalah perusahaan yang bergerak dibidang leasing kendaraan bermotor dikomandoi Junaidi. Seharusnya, PT NPA sudah menyerahkan agunan atau jaminan sebanyak 11000 buah Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB). Namun, PT NPA baru hanya menyerahkan sebanyak 3000 buah BPKB sejak 2004 hingga saat ini.
 
Proses kredit berlangsung sejak 2004 hingga 2010. Dana kredit dikucurkan  setiap tahun dengan jumlah yang terus meningkat. Untuk semester pertama 2004, nilai kredit yang di kucurkan Rp 10 miliar, lalu pada  semester ke dua meningkat menjadi Rp 12 miliar. Selanjutnya pada semester pertama 2005 nilainya menjadi Rp 25 miliar. Hingga 2010 kredit yang dikucurkan kepada PT NPA mencapai Rp95 miliar.

Tim audit juga menemukan kejanggalan mencolok dan tidak wajar dalam proses persetujuan pemberian fasilitas kredit. Pihak BRI sama sekali tidak didasari dengan prinsip kehati-hatian yang berlaku di dunia perbankan. Kemudian, tidak  melakukan evaluasi berkas dan langsung memberi persetujuan tanpa meyakini kebenaran data atau dokumen calon debitur. Sehingga ada dugaan proses persetujuan kredit  ke PT NPA tidak sesuai dengan ketentuan standar operasional prosedur (SOP).

Meskipun, hasil laporan tim audit itu sudah disampaikan ke pimpinan. Tapi, hingga saat ini belum ada  upaya dari internal untuk menindak lanjuti kasus tersebut, apalagi lewat proses hukum.

BRI Bungkam

Terkait kasus dugaan kredit macet di KCP BRI Tulang Bawang. BRI pusat tak bersedia memberikan penjelasan atas surat konfirmasi yang sudah disampaikan Tabloid Pro Batavia.  Dua staf Humas BRI pusat Ifon dan Rizki mengatakan kasus tersebut sudah lama, dan sekarang masih dalam proses penyelesaian. Keduanya mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewajiban menjelaskan kepada masyarakat ihwal proses penyelesaian yang saat ini sedang dilakukan. “ Kami hanya mengatakan bahwa kasus itu sedang diselesaikan secara internal,”kata Rizki. Ke duanya, tak menjawab, ketika ditanya apakah kasus dugaan kesalahan pengelolaan uang rakyat itu sudah dilakukan upaya hukum. 0 gam


Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL BUMD

2014, Transjakarta Batal Tambah Bus Baru

BUMD Transportasi Jakarta (Transjakarta) belum bisa menambah kekurangan bus Transjakarta tahun ini. Penambahan bus belum bisa dilakukan, karena butuh waktu sekitar delapan bulan untuk merakitnya.

Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius Kosasih mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah ...

Kanal Metro

Kapolda Metro: Jangan Percaya Isu Jakarta Rusuh


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno menjamin kondisi Ibukota DKI Jakarta dan sekitarnya masih terjaga aman dan kondusif. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu yang akan terjadinya kerusuhan.

"Tidak ...

Kanal Sensasi Batavia

Lebaran, Harga Tiket Monas Tak Naik

Pengelola tugu Monumen Nasional memperkirakan pengunjung Monas akan melonjak hingga dua kali lipat pada libur Lebaran. Sebab, banyak warga yang datang dari luar kota Jakarta dan sebagian masyarakat Jakarta tidak mudik.

Nursamin, Staf Pelayanan dan Pameran ...