getting date ...
Online Users

Karyawan PT Djakarta Lloyd Unjuk Rasa

Dibaca : 332 x
endi

Metro

Kamis, 06 September 2012 18:11 WIB

ist.

beritabatavia.com - Ratusan karyawan PT Djakarta Lloyd (DL) melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut manajemen membayar tunggakan gaji, tunjangan serta pembayaran gaji secara rutin setiap bulan.

Juga perusahaaan pelayaran itu memperhatikan nasib ratusan karyawan yang dirumahkan, mengingat sudah 14 bulan di PHK namun belum dibayar hak-hak mereka.

Pengunjuk rasa sudah mengadukan nasibnya ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementerian Negara (Kemeneg) BUMN selaku induk perusahaan plat merah, sayangnya dua kementrian itu tutup mata dan telinga.

“Tuntutan kami hanya pesangon terutama bagi karyawan yang dirumahkan. Sementara untuk mencari pekerjaan lain tidak diperbolehkan. Sebab siapa yang bekerja di tempat lain, maka pesangonnya dinilai hangus. Padahal kami butuh makan dan biaya hidup," ungkap Nuke Widiastuti, Juru bicara karyawan Djakarta Lloyd di Jakarta, Kamis (6/9).

Padahal, lanjut Nuke, gaji setiap bulan tidak dibayar sehingga semakin menambah besar beban karyawan. Anehnya lagi, biar karyawan dirumahkan tetap harus melakukan absen sebanyak tiga kali. Pagi ketika baru masuk kerja, siang waktu istirahat, dan sore atau malam waktu akan pulang kerja.

Dilanjikan jika tak absen dua kali saja dianggap absen seluruhnya. Dan kalau absen sebanyak tiga kali atau tiga hari berturut-turut, maka dianggap mengundurkan diri. Bentuk tekanan ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk menghindari pembayaran gaji maupun pesangon.

“Daripada kami menunggu ketidak kepastian dengan status dirumahkan. Jadi kami bisa bebas bekerja di tempat lain. Apalagi kami mendengar kantor pusat Djakarta Lloyd sebagai asset utama perusahaan segera dilelang,” ungkap Nuke Widiastuti.

Menurutnya, Ada upaya pembungkaman karyawan, yaitu pembayaran gaji selama dua bulan atau pada Januari dan Februari 2011. Itu pun kabarnya, uang pembayaran diambil dari hasil penjualan tiga aset kapal. Ini kembali dilakukan pada September 2011. Karyawan mendapat gaji plus uang transport dari hasil menjual kantor cabang di Medan.

Pada Januari-Maret 2012, mereka hanya menerima uang transfort yang dikabarkan dananya dari hasil penjualan rumah dinas di Medan. Kemudian Mei-Juli 2012 pembayaran diambil dari hasil penyewaan lahan.

Agustus 2012, PT Djakarta Lloyd melakukan pemecatan tanpa didahului surat peringatan sebanyak tiga kali. "Sekarang kami tinggal menunggu jadwal persidangan dari PHI. Kami berharap agar 144 dari 700 ratusan karyawan dibayarkan pesangonnya saja sesuai ketentuan Kemenakertrans. Yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar. Jadi biar nasib kami, terutama pensiunan tidak telantar,” sambungnya. o end


Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL SELEB

Dangdut Indonesia Guncang AS

Musik Dangdut kembali menggebrak Amerika. Sebanyak 50 lebih peserta warga AS ikut lomba menyanyi Dang Dut yang digelar VOA bekerjasama dengan NSR Production.

Seratus lebih pengunjung warga AS dan Indonesia menyesaki gedung Sigma Studio di Philadelphia, ...

Kanal Dunia

Reruntuhan MH 370 Sudah Ditemukan?

Reruntuhan pesawat Malaysia Airlines MH370 telah ditemukan dan kotak hitam pesawat itu bakal segera terungkap.

David Mearns, Direktur Bluewater Recoveries yang berbasis di Inggris itu mengatakan setelah 40 hari semenjak Boeing 777-200ER tersebut hilang, tim pencari ...

Kanal Halo Gubernur

Terminal Manggarai Terintegrasi Transj Dan Stasiun

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, terminal bus Manggarai, Jakarta Selatan yang dibangun dengan gaya arsitektur kolonial itu nantinya akan terintegrasi dengan halte Transjakarta dan Stasiun Kereta Api Manggarai melalui akses jembatan penyeberangan.

'Di terminal ...