getting date ...
Online Users

Karyawan PT Djakarta Lloyd Unjuk Rasa

Dibaca : 669 x
endi

Metro

Kamis, 06 September 2012 18:11 WIB

ist.

beritabatavia.com - Ratusan karyawan PT Djakarta Lloyd (DL) melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut manajemen membayar tunggakan gaji, tunjangan serta pembayaran gaji secara rutin setiap bulan.

Juga perusahaaan pelayaran itu memperhatikan nasib ratusan karyawan yang dirumahkan, mengingat sudah 14 bulan di PHK namun belum dibayar hak-hak mereka.

Pengunjuk rasa sudah mengadukan nasibnya ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementerian Negara (Kemeneg) BUMN selaku induk perusahaan plat merah, sayangnya dua kementrian itu tutup mata dan telinga.

“Tuntutan kami hanya pesangon terutama bagi karyawan yang dirumahkan. Sementara untuk mencari pekerjaan lain tidak diperbolehkan. Sebab siapa yang bekerja di tempat lain, maka pesangonnya dinilai hangus. Padahal kami butuh makan dan biaya hidup," ungkap Nuke Widiastuti, Juru bicara karyawan Djakarta Lloyd di Jakarta, Kamis (6/9).

Padahal, lanjut Nuke, gaji setiap bulan tidak dibayar sehingga semakin menambah besar beban karyawan. Anehnya lagi, biar karyawan dirumahkan tetap harus melakukan absen sebanyak tiga kali. Pagi ketika baru masuk kerja, siang waktu istirahat, dan sore atau malam waktu akan pulang kerja.

Dilanjikan jika tak absen dua kali saja dianggap absen seluruhnya. Dan kalau absen sebanyak tiga kali atau tiga hari berturut-turut, maka dianggap mengundurkan diri. Bentuk tekanan ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk menghindari pembayaran gaji maupun pesangon.

“Daripada kami menunggu ketidak kepastian dengan status dirumahkan. Jadi kami bisa bebas bekerja di tempat lain. Apalagi kami mendengar kantor pusat Djakarta Lloyd sebagai asset utama perusahaan segera dilelang,” ungkap Nuke Widiastuti.

Menurutnya, Ada upaya pembungkaman karyawan, yaitu pembayaran gaji selama dua bulan atau pada Januari dan Februari 2011. Itu pun kabarnya, uang pembayaran diambil dari hasil penjualan tiga aset kapal. Ini kembali dilakukan pada September 2011. Karyawan mendapat gaji plus uang transport dari hasil menjual kantor cabang di Medan.

Pada Januari-Maret 2012, mereka hanya menerima uang transfort yang dikabarkan dananya dari hasil penjualan rumah dinas di Medan. Kemudian Mei-Juli 2012 pembayaran diambil dari hasil penyewaan lahan.

Agustus 2012, PT Djakarta Lloyd melakukan pemecatan tanpa didahului surat peringatan sebanyak tiga kali. "Sekarang kami tinggal menunggu jadwal persidangan dari PHI. Kami berharap agar 144 dari 700 ratusan karyawan dibayarkan pesangonnya saja sesuai ketentuan Kemenakertrans. Yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar. Jadi biar nasib kami, terutama pensiunan tidak telantar,” sambungnya. o end


Komentar

KANAL BATAVIA KITA

Manggul Pacul, Belanja ke Pasar, Nongkrong di Warung Inilah Kehidupan Susno Duadji

Kehidupan memang berubah. Perubahan tolal dialami Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji. Kini mantan Kabareskrim Polri kembali ke kampung halaman tanah kelahirannya di Pagaralam, Sumatera Selatan. Aktrivitas sehari-harinya berbaur dengan masyarakat. Bertani per gi ke sawah, ...

Kanal Hukum

KPK Prihatin Kondisi Lembaga Penegakan Hukum di Indonesia



Wakil Ketua KPK Laode M Syarif prihatin kondisi lembaga penegakan hukum di Indonesia, yang terus bermasalah karena ada sejumlah aparat penegak hukum yang ditangkap akhir-akhir ini. Penangkapan itu terkait kasus suap maupun korupsi. "Ada beberapa ...

Kanal Ekbis

Importir Desak Izin PLB Tak Diobral

Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia mengingatkan pemerintah tidak mengobral pemberian izin fasilitas pusat logistik berikat guna menghindari potensi penyalahgunaan peruntukan fasilitas tersebut.

Wakil Ketua Umum Bidang Kepelabuhanan dan Perdagangan BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) ...