getting date ...
Online Users

Karyawan PT Djakarta Lloyd Unjuk Rasa

Dibaca : 424 x
endi

Metro

Kamis, 06 September 2012 18:11 WIB

ist.

beritabatavia.com - Ratusan karyawan PT Djakarta Lloyd (DL) melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut manajemen membayar tunggakan gaji, tunjangan serta pembayaran gaji secara rutin setiap bulan.

Juga perusahaaan pelayaran itu memperhatikan nasib ratusan karyawan yang dirumahkan, mengingat sudah 14 bulan di PHK namun belum dibayar hak-hak mereka.

Pengunjuk rasa sudah mengadukan nasibnya ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementerian Negara (Kemeneg) BUMN selaku induk perusahaan plat merah, sayangnya dua kementrian itu tutup mata dan telinga.

“Tuntutan kami hanya pesangon terutama bagi karyawan yang dirumahkan. Sementara untuk mencari pekerjaan lain tidak diperbolehkan. Sebab siapa yang bekerja di tempat lain, maka pesangonnya dinilai hangus. Padahal kami butuh makan dan biaya hidup," ungkap Nuke Widiastuti, Juru bicara karyawan Djakarta Lloyd di Jakarta, Kamis (6/9).

Padahal, lanjut Nuke, gaji setiap bulan tidak dibayar sehingga semakin menambah besar beban karyawan. Anehnya lagi, biar karyawan dirumahkan tetap harus melakukan absen sebanyak tiga kali. Pagi ketika baru masuk kerja, siang waktu istirahat, dan sore atau malam waktu akan pulang kerja.

Dilanjikan jika tak absen dua kali saja dianggap absen seluruhnya. Dan kalau absen sebanyak tiga kali atau tiga hari berturut-turut, maka dianggap mengundurkan diri. Bentuk tekanan ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk menghindari pembayaran gaji maupun pesangon.

“Daripada kami menunggu ketidak kepastian dengan status dirumahkan. Jadi kami bisa bebas bekerja di tempat lain. Apalagi kami mendengar kantor pusat Djakarta Lloyd sebagai asset utama perusahaan segera dilelang,” ungkap Nuke Widiastuti.

Menurutnya, Ada upaya pembungkaman karyawan, yaitu pembayaran gaji selama dua bulan atau pada Januari dan Februari 2011. Itu pun kabarnya, uang pembayaran diambil dari hasil penjualan tiga aset kapal. Ini kembali dilakukan pada September 2011. Karyawan mendapat gaji plus uang transport dari hasil menjual kantor cabang di Medan.

Pada Januari-Maret 2012, mereka hanya menerima uang transfort yang dikabarkan dananya dari hasil penjualan rumah dinas di Medan. Kemudian Mei-Juli 2012 pembayaran diambil dari hasil penyewaan lahan.

Agustus 2012, PT Djakarta Lloyd melakukan pemecatan tanpa didahului surat peringatan sebanyak tiga kali. "Sekarang kami tinggal menunggu jadwal persidangan dari PHI. Kami berharap agar 144 dari 700 ratusan karyawan dibayarkan pesangonnya saja sesuai ketentuan Kemenakertrans. Yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar. Jadi biar nasib kami, terutama pensiunan tidak telantar,” sambungnya. o end


Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL OLAH RAGA

Pencekik Kurnia Meiga Dilarang Beraktivitas di Sepakbola

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi kepada dua ofisial yang melakukan aksi kekerasan terhadap kiper Arema Cronus, Kurnia Meiga. Keduanya sama-sama dilarang beraktivitas di sepakbola selama setahun penuh.

Komdis PSSI di bawah pimpinan Hinca Panjaitan, ...

Kanal Hukum

Bonaran Bantah Bawa Handphone di Rutan


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Bupati non-aktif Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang. Dengan mengenakan rompi tahanan KPK, tersangka kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi (MK) datang didampingi tim kuasa hukumnya.

Bonaran mengaku ...

Kanal Sensasi Batavia

Rumah Dinas Gubernur DKI Dibuka untuk Turis

Tak ingin rumah dinas Gubernur DKI Jakarta setelah ditinggalkan mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), menjadi kosong, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bakal mengubah bangunan tersebut sebagai obyek wisata sejarah ...