getting date ...
Online Users

Karyawan PT Djakarta Lloyd Unjuk Rasa

Dibaca : 683 x
endi

Metro

Kamis, 06 September 2012 18:11 WIB

ist.

beritabatavia.com - Ratusan karyawan PT Djakarta Lloyd (DL) melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut manajemen membayar tunggakan gaji, tunjangan serta pembayaran gaji secara rutin setiap bulan.

Juga perusahaaan pelayaran itu memperhatikan nasib ratusan karyawan yang dirumahkan, mengingat sudah 14 bulan di PHK namun belum dibayar hak-hak mereka.

Pengunjuk rasa sudah mengadukan nasibnya ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementerian Negara (Kemeneg) BUMN selaku induk perusahaan plat merah, sayangnya dua kementrian itu tutup mata dan telinga.

“Tuntutan kami hanya pesangon terutama bagi karyawan yang dirumahkan. Sementara untuk mencari pekerjaan lain tidak diperbolehkan. Sebab siapa yang bekerja di tempat lain, maka pesangonnya dinilai hangus. Padahal kami butuh makan dan biaya hidup," ungkap Nuke Widiastuti, Juru bicara karyawan Djakarta Lloyd di Jakarta, Kamis (6/9).

Padahal, lanjut Nuke, gaji setiap bulan tidak dibayar sehingga semakin menambah besar beban karyawan. Anehnya lagi, biar karyawan dirumahkan tetap harus melakukan absen sebanyak tiga kali. Pagi ketika baru masuk kerja, siang waktu istirahat, dan sore atau malam waktu akan pulang kerja.

Dilanjikan jika tak absen dua kali saja dianggap absen seluruhnya. Dan kalau absen sebanyak tiga kali atau tiga hari berturut-turut, maka dianggap mengundurkan diri. Bentuk tekanan ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk menghindari pembayaran gaji maupun pesangon.

“Daripada kami menunggu ketidak kepastian dengan status dirumahkan. Jadi kami bisa bebas bekerja di tempat lain. Apalagi kami mendengar kantor pusat Djakarta Lloyd sebagai asset utama perusahaan segera dilelang,” ungkap Nuke Widiastuti.

Menurutnya, Ada upaya pembungkaman karyawan, yaitu pembayaran gaji selama dua bulan atau pada Januari dan Februari 2011. Itu pun kabarnya, uang pembayaran diambil dari hasil penjualan tiga aset kapal. Ini kembali dilakukan pada September 2011. Karyawan mendapat gaji plus uang transport dari hasil menjual kantor cabang di Medan.

Pada Januari-Maret 2012, mereka hanya menerima uang transfort yang dikabarkan dananya dari hasil penjualan rumah dinas di Medan. Kemudian Mei-Juli 2012 pembayaran diambil dari hasil penyewaan lahan.

Agustus 2012, PT Djakarta Lloyd melakukan pemecatan tanpa didahului surat peringatan sebanyak tiga kali. "Sekarang kami tinggal menunggu jadwal persidangan dari PHI. Kami berharap agar 144 dari 700 ratusan karyawan dibayarkan pesangonnya saja sesuai ketentuan Kemenakertrans. Yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar. Jadi biar nasib kami, terutama pensiunan tidak telantar,” sambungnya. o end


Komentar

KANAL HALO GUBERNUR

DKI Ajukan Pajak BBNKB Dinaikkan 15 Persen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengajukan kenaikan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Semula pajak BBNKB di DKI hanya 10 persen dari harga mobil baru, dinaikan menjadi 15 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja ...

Kanal Hukum

PN Bekasi: Bayi Falya Tewas Usai Disuntik Antibiotik


 Rasa syukur dipanjatkan oleh keluarga almarhumah Falya Raafani Blegur, bocah berusia 14 bulan yang tewas akibat malpraktik oleh Rumah Sakit Awal Bros Kota Bekasi. Pasalnya, setelah melalui persidangan panjang gugatan keluarga terhadap dugaan malpraktik itu, ...

Kanal Halo Polisi

Usai Hari Bhayangkara Tito Dilantik

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Komisaris Jenderal Tito Karnavian akan dilantik menjadi Kapolri setelah Hari Kepolisian Nasional. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946, Hari Kepolisian Nasional jatuh pada 1 Juli. "Pelantikan Kapolri nanti setelah ...