getting date ...
Online Users

Sebelum Kapolri Sempat Diparkir, Kini Jadi 'MC'

Dibaca : 2270 x
edison

profil

Sabtu, 15 September 2012 09:09 WIB

ist.

beritabatavia.com - Meski empat bintang tidak lagi  bertengger dipundak, tak membuat Bambang Hendarso Danuri (BHD) berubah. Sikap ramah dan mudah senyum mantan Kapolri itu, tetap melekat pada dirinya.
 
Justru purnawirawan Jenderal bintang empat itu mengaku lebih rileks dan leluasa untuk melakukan aktivitas. Karena tidak lagi terikat dengan protokoler, seperti saat masih menjabat sebagai Kapolri. “ Silakan masuk, apa khabar ?,” kata Bambang Hendarso Danuri,  sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman dan mendekatkan pipi seraya berpelukan, saat bersilaturahmi di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Hari Raya Idul Fitri lalu.

Pria lulusan AKPOL 1974 itu tampak senyum bahagia saat menyambut sejumlah tamu yang datang. Senyum khas yang dimilikinya saat masih menjabat Kapolri, hingga kini tak berubah. Mantan Kapolri itu tetap memiliki sikap yang sama dan selalu hangat saat terlibat perbincangan dengan para tamu.

Tidak tampak ada perubahan, meskipun sudah tidak lagi menjadi orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Menurut BHD, setelah pensiun dari anggota Polri pada Oktober 2010 lalu, dirinya memilih profesi sebagai ‘MC’ alias Momong Cucu. “ Saya sekarang jadi MC,” katanya.

Bambang Hendarso sedikit berbagi cerita tentang aktivitasnya setelah tidak menjadi Kapolri. Meskipun tidak menjelaskan secara rinci, pria murah senyum ini mengaku selain menjadi ‘MC’ juga memimpin sebuah perusahaan. Namun, Bambang Hendarso tidak bersedia menjelaskan jenis kegiatan yang sedang dikelola oleh perusahaan miliknya. “Sudah lah, doa kan saja supaya usaha yang sedang kita rintis berjalan lancar,” katanya sambil tersenyum.

Bambang Hendarso menjabat sebagai  Kapolri sejak 2008. Sebelum menjadi Kapolri, dia telah mengemban beberapa jabatan strategis di kepolisian, antara lain Kapolres Jayapura (1993), Wakapolwil Bogor Polda Jawa Barat (1994), Kadit Serse Polda Nusa Tengggara Barat (1997), Kadit Serse Polda Metro Jaya (2005), Kapolda Kalimantan Selatan (2005), Kapolda Sumatra Utara (2005-2006), dan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri (2006-2008).

Karir Bambang Hendarso melejit, setelah Sutanto menjabat sebagai Kapolri. Saat masih menjabat Kadit serse Polda Metro Jaya dengan pangkat  Komisaris Besar (Kombes), rekan seangkatannya Makbul Padmanagara sudah menjabat Kapolda Metro Jaya dengan pangkat Irjen alias jenderal bintang dua, dan sekaligus menjadi pimpinannya.
Bahkan saat berpangkat Brigjen (Jenderal bintang satu) Bambang Hendarso ‘diparkir’ di Lemhanas untuk beberapa lama. Namun, saat Sutanto dilantik menjadi Kapolri, karir Bambang Hendarso langsung melejit dan diangkat menjadi Kapolda Kalsel.

Semasa menjabat sebagai Kapolri, sejumlah kasus yang menarik perhatian publik mencuat. Diantaranya, kasus Cicak Vs Buaya istilah yang diucapkan Komjen Susno Duaji saat menjabat Kabareskrim, ketika pertikaian Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memuncak. Kemudian kasus pembunuhan yang melibatkan Antasari Azhar saat masih ketua KPK. Kini posisi Jenderal murah senyum itu digantikan oleh juniornya Jenderal Timur Pradopo (lulusan AKPOL 1978).0 son




Berita Terkait :

Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL BATAVIA KITA

Tanda Depresi: Terus Periksa Ponsel


Rata-rata, pengguna smartphone memeriksa gadget mereka sebanyak 150 kali dalam sehari. Dan hampir satu per tiga dari pengguna smartphone mengakui bahwa mereka kecanduan memainkan gadget mereka.

Semua orang tahu bahwa memainkan ponsel Anda terus-menerus adalah sebuah ...

Kanal BUMD

BUMD Tak Sehat bakal Dibubarkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membubarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI yang tidak sehat. BUMD yang bakal dibubarkan adalah yang tidak memiliki bisnis usaha yang bertumbuh dan sudah bertahun-tahun tidak memberikan dividen kepada Pemprov ...

Kanal Halo Gubernur

Tumpukan Sampah di Cakung Meresahkan Warga


Warga di Jalan Komarudin RT 01 RW 05 Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, resah akibat adanya timbunan sampah yang sudah 20 tahun berada di tengah permukiman mereka. Pasalnya timbunan sampah tersebut membuat warga sekitar tidak nyaman.

Bahkan ...