getting date ...
Online Users

Prostitusi Terselubung di Semarang Kian Berkembang

Dibaca : 5624 x
endi

Nasional

Rabu, 31 Oktober 2012 16:41 WIB

ist.

beritabatavia.com - Praktik prostitusi memang tidak melihat tempat. Di mana pun mereka bisa bertransaksi atas bisnis esek-esek tersebut. Seperti halnya praktik prostitusi di Jalan Pandanaran, Kota Semarang. Tidak banyak yang tahu adanya prostitusi terselubung di jalan protokol yang merupakan jantung kota dari ibu kota Jawa Tengah ini.

Praktik prostitusi pinggir jalan ini tidak terlalu mencolok. Para perempuan pekerja seks komersial (PSK) tidak menjajakan dirinya dengan berdiri di pinggir-pinggir jalan dan mengenakan baju seksi seperti halnya prostitusi jalanan di tempat lain.

Para PSK itu tiap malam akan keliling di sepanjang jalan dengan mengendarai sepeda motor. Sejak beberapa tahun terakhir, para PSK dikenal dengan sebutan gadis bermotor. Sesekali mereka tampak bergerombol di sebuah tempat di pinggir jalan. Tubuhnya pun terbalut baju yang terkadang tidak terlalu seksi sehingga tidak ada yang mengira mereka menjajakan kepuasan nafsu....

Lagi-lagi pemandangan itu tidak terlalu mencolok sebab mereka layaknya gadis-gadis pencinta dunia malam yang sedang bercengkerama atau baru saja pulang dari tempat hiburan malam. Tubuhnya pun terbalut baju yang terkadang tidak terlalu seksi sehingga tidak ada yang mengira mereka menjajakan kepuasan nafsu.

PSK yang berusia sekitar 20 hingga 30 tahun ini biasa muncul di Jalan Pandanaran selepas pukul 23.00 WIB. Usia yang masih muda dan bentuk tubuh yang juga cukup enak dipandang membuat mereka memasang tarif lebih mahal dibandingkan dengan prostitusi pinggir jalan lain, seperti di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tanjung. Bahkan, ada juga PSK di tempat ini yang mengaku masih duduk di bangku salah satu SMA swasta di Semarang.

Mereka biasanya membuka harga dari Rp 250.000 hingga Rp 300.000 sudah termasuk biaya kamar. Tawar-menawar antara penjaja seks dan para lelaki hidung belang bisa saja dilakukan, tetapi biasanya hanya turun maksimal Rp 50.000. “Yang kamarnya bagus, ya, mahal. Ada AC, kamar mandi dalam, pokoknya puas,” ungkap salah seorang PSK yang ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu.

Para lelaki yang sudah tahu keberadaan mereka biasanya akan melajukan kendaraan secara pelan-pelan di jalan tersebut. Para PSK kemudian menghampiri dan menawarkan diri. Jika tidak, PSK itulah yang akan melajukan kendaraan pelan dan para lelaki akan menghampirinya. “Cewek, Mas?” ucap para PSK ketika menawarkan diri. Bukan hanya sendirian, para PSK terkadang juga berboncengan sehingga memberikan kesempatan lelaki hidung belang untuk memilih.

Awalnya, prostitusi di kawasan ini juga banyak dikenal di Simpang Lima, Semarang, yang sebelumnya banyak terdapat kedai-kedai kecil atau biasa disebut kedai teh poci di lapangan tersebut, tetapi kemudian digusur. Kedai itu biasa digunakan PSK untuk menunggu lelaki yang minta ditemani. Perempuan-perempuan itu dikenal dengan sebutan ciblek, yang dalam bahasa Semarangan sebenarnya merupakan singkatan dari cilik-cilik betah melek (kecil-kecil suka begadang).

Beralihnya para perempuan itu menggunakan sepeda motor, berdasarkan berbagai sumber, sudah terjadi sejak sekitar 2006. Sejak kedai teh poci tersebut digusur, mereka seperti kehilangan lahan. Namun, mereka tetap kembali ke jalan, dan untuk mengantisipasi seringnya dilakukan razia ketika itu, para PSK kemudian beralih menggunakan sepeda motor.

Dengan mengendarai sepeda motor dianggap lebih mudah lari dari kejaran petugas. Selain itu, mereka juga mengaku lebih percaya diri dengan mengendarai sepeda motor tersebut. “Kan bisa ditawarkan lebih mahal,” ujar seorang PSK seperti dilansir kompas.com. o mcpd





Komentar

KANAL HALO POLISI

Polri Janji Usut Penyebar Berita Hoax

POLRI berjanji untuk menindak tegas penyebar berita bohong atau hoax. Bahkan, polisi mengklaim berkerja maksimal dalam memerangi persoalan berita hoax.

Kepala Biro Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul menyarankan kepada korban berita ...

Kanal Sensasi Batavia

Merindukan Ciliwung Batavia

Kota Batavia dirancang oleh orang Belanda dengan baik dan dibangun oleh orang Tionghoa dengan teliti.Pada tahun 1700 an Orang Tionghoa menyebut Batavia kota Ye Cheng atau kota kelapa.Karena pohon kelapa ada dimana-mana tampak indah.Bagi para ...

Kanal Ekbis

Ketidakpastian Kebijakan AS Menguncangkan Perekonomian Global

Aktivitas perekonomian global saat ini diperkirakan mengalami pertumbuhan yang relatif moderat, tetapi hal tersebut juga dinilai masih diwarnai ketidakpastian kebijakan Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

"Kami menyadarai tinggi ketidakpastian pada beberapa perkiraan global ...