getting date ...
Online Users

Prostitusi Terselubung di Semarang Kian Berkembang

Dibaca : 4346 x
endi

Nasional

Rabu, 31 Oktober 2012 16:41 WIB

ist.

beritabatavia.com - Praktik prostitusi memang tidak melihat tempat. Di mana pun mereka bisa bertransaksi atas bisnis esek-esek tersebut. Seperti halnya praktik prostitusi di Jalan Pandanaran, Kota Semarang. Tidak banyak yang tahu adanya prostitusi terselubung di jalan protokol yang merupakan jantung kota dari ibu kota Jawa Tengah ini.

Praktik prostitusi pinggir jalan ini tidak terlalu mencolok. Para perempuan pekerja seks komersial (PSK) tidak menjajakan dirinya dengan berdiri di pinggir-pinggir jalan dan mengenakan baju seksi seperti halnya prostitusi jalanan di tempat lain.

Para PSK itu tiap malam akan keliling di sepanjang jalan dengan mengendarai sepeda motor. Sejak beberapa tahun terakhir, para PSK dikenal dengan sebutan gadis bermotor. Sesekali mereka tampak bergerombol di sebuah tempat di pinggir jalan. Tubuhnya pun terbalut baju yang terkadang tidak terlalu seksi sehingga tidak ada yang mengira mereka menjajakan kepuasan nafsu....

Lagi-lagi pemandangan itu tidak terlalu mencolok sebab mereka layaknya gadis-gadis pencinta dunia malam yang sedang bercengkerama atau baru saja pulang dari tempat hiburan malam. Tubuhnya pun terbalut baju yang terkadang tidak terlalu seksi sehingga tidak ada yang mengira mereka menjajakan kepuasan nafsu.

PSK yang berusia sekitar 20 hingga 30 tahun ini biasa muncul di Jalan Pandanaran selepas pukul 23.00 WIB. Usia yang masih muda dan bentuk tubuh yang juga cukup enak dipandang membuat mereka memasang tarif lebih mahal dibandingkan dengan prostitusi pinggir jalan lain, seperti di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tanjung. Bahkan, ada juga PSK di tempat ini yang mengaku masih duduk di bangku salah satu SMA swasta di Semarang.

Mereka biasanya membuka harga dari Rp 250.000 hingga Rp 300.000 sudah termasuk biaya kamar. Tawar-menawar antara penjaja seks dan para lelaki hidung belang bisa saja dilakukan, tetapi biasanya hanya turun maksimal Rp 50.000. “Yang kamarnya bagus, ya, mahal. Ada AC, kamar mandi dalam, pokoknya puas,” ungkap salah seorang PSK yang ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu.

Para lelaki yang sudah tahu keberadaan mereka biasanya akan melajukan kendaraan secara pelan-pelan di jalan tersebut. Para PSK kemudian menghampiri dan menawarkan diri. Jika tidak, PSK itulah yang akan melajukan kendaraan pelan dan para lelaki akan menghampirinya. “Cewek, Mas?” ucap para PSK ketika menawarkan diri. Bukan hanya sendirian, para PSK terkadang juga berboncengan sehingga memberikan kesempatan lelaki hidung belang untuk memilih.

Awalnya, prostitusi di kawasan ini juga banyak dikenal di Simpang Lima, Semarang, yang sebelumnya banyak terdapat kedai-kedai kecil atau biasa disebut kedai teh poci di lapangan tersebut, tetapi kemudian digusur. Kedai itu biasa digunakan PSK untuk menunggu lelaki yang minta ditemani. Perempuan-perempuan itu dikenal dengan sebutan ciblek, yang dalam bahasa Semarangan sebenarnya merupakan singkatan dari cilik-cilik betah melek (kecil-kecil suka begadang).

Beralihnya para perempuan itu menggunakan sepeda motor, berdasarkan berbagai sumber, sudah terjadi sejak sekitar 2006. Sejak kedai teh poci tersebut digusur, mereka seperti kehilangan lahan. Namun, mereka tetap kembali ke jalan, dan untuk mengantisipasi seringnya dilakukan razia ketika itu, para PSK kemudian beralih menggunakan sepeda motor.

Dengan mengendarai sepeda motor dianggap lebih mudah lari dari kejaran petugas. Selain itu, mereka juga mengaku lebih percaya diri dengan mengendarai sepeda motor tersebut. “Kan bisa ditawarkan lebih mahal,” ujar seorang PSK seperti dilansir kompas.com. o mcpd





Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL BUMD

BUMD Tak Sehat bakal Dibubarkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membubarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI yang tidak sehat. BUMD yang bakal dibubarkan adalah yang tidak memiliki bisnis usaha yang bertumbuh dan sudah bertahun-tahun tidak memberikan dividen kepada Pemprov ...

Kanal Sensasi Batavia

Tiga Masalah Klasik Hantui Transjakarta

Meski bus Transjakarta beroperasi selama 11 tahun, sejak 15 Januari 2004, tiga masalah klasik masih terus menghantui transportasi massal andalan Ibu Kota tersebut. Ketiga masalah laten yang tak kunjung dapat diselesaikan adalah keterbatasan armada, keterbatasan ...

Kanal Halo Gubernur

Car Free Day, Ribuan Warga Tanda Tangan Dukung Ahok


Dukungan dari masyarakat kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau yang akrab disapa Ahok, mengalir deras lewat media sosial sejak Jumat (27/2) lalu dengan tagar #SaveAhok di Twitter. Berbagai akun dukungan pun akhirnya muncul ...