getting date ...
Online Users

Tak Ada Rasa Peduli, Menteri Jero Wacik Didemo

Dibaca : 298 x
endi

Metro

Selasa, 21 Mei 2013 14:08 WIB

ist.

beritabatavia.com - Ratusan massa yang tergabung dalam dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) melakukan aksi demo dengan mengepung Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dibawah kepemimpinan Jero Wacik. Mereka melakukan aksi karena Menteri ESDM Jero Wacik tak peduli dengan nasib buruh tambang yang tertimbun longsor saat bekerja.

Tuntutannya agar pemerintah peduli terhadap nasib pekerja PT Freeport Indonesia, yang menjadi korban runtuhnya terowongan di tambang bawah tanah Big Gossan, Papua pada Selasa 14 Mei 2013. Selama ini, pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhono nampak tak peduli dengan nasib buruh tambang.

Presiden SPSI Andy Gani Nenawea mengatakan kedatangan rekan-rekannya untuk menangih janji perintah melindungi warganya, yaitu perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhyono dan Menteri ESDM Jero Wacik.

Pasalnya hingga saat ini keduanya dinilai belum memberikan perhatian yang nyata kepada nasib korban. "Tidak ada sama sekali, kami berharap pemerintah memberi jawaban, kami akan memimpin rapat kordinasi dengan SPSI Timika besok," kata Andi di sela aksi demonstrasi di halaman kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Sebagai bentuk aksi solidaritas, rekan-rekannya yang berada di Timika, di Papua juga melakukan aksi yang serupa. Selain itu, para pekerja Freeport dan pekerja tambang lain di Papua juga melakukan pemberhentian operasi. Hal ini merupakan aksi belasungkawa atas tewasnya rekan-rekan mereka yang menjadi korban runtuhnya Big Gossan.

"Di Timika sudah ada blokir, SPSI memblokir dengan melarang operasional selama tujuh hari berduka," tuturnya.

Hingga kini, 7 pekerja dari 38 pekerja yang terperangkap longsor di area fasilitas pelatihan PT Freeport Indonesia (FI)  belum bisa dievakuasi.

Vice President Corporate Communications PTFI Daisy Primayanti mengatakan, hingga Selasa (21/5/2013) pagi, tim penyelamat telah mengangkat empat korban meninggal dari reruntuhan terowongan di lokasi insiden Big Gossan. Nama korban yang meninggal tersebut adalah Suleman, Amir Tika, Gito Sikku, dan Lewi Mofu.

Status terkini kondisi para karyawan, yaitu para pekerja yang dipercaya tertimbun reruntuhan berjumlah 38 orang, yang terdiri dari, 10 orang selamat, 21 orang meninggal. o day

Komentar

KANAL SELEB

Kak Seto: Rokok itu Sama dengan Narkoba


Pemerhati anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto meminta agar anak-anak selalu diajarkan bahaya rokok. Ia menyamakan rokok dengan narkoba yang harus diwaspadai.
"Rokok memang belum dikategorikan sebagai narkoba, tetapi kami terus menyebarluaskannya di kalangan ...

Kanal Sensasi Batavia

Ahok Ingin Revitalisasi Kota Tua seperti Zaman Belanda

Kota Tua Jakarta merupakan salah satu ikon wisata Ibu kota, yang berada di kawasan Jakarta Barat. Selain ciri khas bangunan-bangunan berdesain kuno yang dijaga kelestariannya, sejumlah penjual jajanan kaki lima dan berbagai suguhan hiburan pun ...

Kanal Halo Gubernur

68 Mantan PNS DKI Didesak Kembalikan Gaji

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dengan adanya pendataan ulang pegawai negeri sipil secara elektronik (e-PUPNS) bisa mengetahui data pasti PNS.

Ia meminta mantan PNS yang masih menerima gaji untuk menggembalikan ke kas negara. "Kami ...