getting date ...
Online Users

Tak Ada Rasa Peduli, Menteri Jero Wacik Didemo

Dibaca : 235 x
endi

Metro

Selasa, 21 Mei 2013 14:08 WIB

ist.

beritabatavia.com - Ratusan massa yang tergabung dalam dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) melakukan aksi demo dengan mengepung Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dibawah kepemimpinan Jero Wacik. Mereka melakukan aksi karena Menteri ESDM Jero Wacik tak peduli dengan nasib buruh tambang yang tertimbun longsor saat bekerja.

Tuntutannya agar pemerintah peduli terhadap nasib pekerja PT Freeport Indonesia, yang menjadi korban runtuhnya terowongan di tambang bawah tanah Big Gossan, Papua pada Selasa 14 Mei 2013. Selama ini, pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhono nampak tak peduli dengan nasib buruh tambang.

Presiden SPSI Andy Gani Nenawea mengatakan kedatangan rekan-rekannya untuk menangih janji perintah melindungi warganya, yaitu perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhyono dan Menteri ESDM Jero Wacik.

Pasalnya hingga saat ini keduanya dinilai belum memberikan perhatian yang nyata kepada nasib korban. "Tidak ada sama sekali, kami berharap pemerintah memberi jawaban, kami akan memimpin rapat kordinasi dengan SPSI Timika besok," kata Andi di sela aksi demonstrasi di halaman kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Sebagai bentuk aksi solidaritas, rekan-rekannya yang berada di Timika, di Papua juga melakukan aksi yang serupa. Selain itu, para pekerja Freeport dan pekerja tambang lain di Papua juga melakukan pemberhentian operasi. Hal ini merupakan aksi belasungkawa atas tewasnya rekan-rekan mereka yang menjadi korban runtuhnya Big Gossan.

"Di Timika sudah ada blokir, SPSI memblokir dengan melarang operasional selama tujuh hari berduka," tuturnya.

Hingga kini, 7 pekerja dari 38 pekerja yang terperangkap longsor di area fasilitas pelatihan PT Freeport Indonesia (FI)  belum bisa dievakuasi.

Vice President Corporate Communications PTFI Daisy Primayanti mengatakan, hingga Selasa (21/5/2013) pagi, tim penyelamat telah mengangkat empat korban meninggal dari reruntuhan terowongan di lokasi insiden Big Gossan. Nama korban yang meninggal tersebut adalah Suleman, Amir Tika, Gito Sikku, dan Lewi Mofu.

Status terkini kondisi para karyawan, yaitu para pekerja yang dipercaya tertimbun reruntuhan berjumlah 38 orang, yang terdiri dari, 10 orang selamat, 21 orang meninggal. o day

Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL METRO

Lamborghini Selundupan Ikut Balapan Liar

Ditlantas Polda Metro Jaya menilang mobil Lamborghini lantaran mengikuti balap liar di kawasan SCBD. Kasubdit Bingakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono mengungkapkan, Sabtu (30/8/2014) dini hari pagi, petugas menggelar razia balapan liar yang sering ...

Kanal Halo Gubernur

Bus Transjakarta dari Tiongkok Tak Boleh Beroperasi

Unit Pengelola (UP) Transjakarta berencana melakukan penarikan terhadap armada bus Transjakarta pabrikan Tiongkok bermerek Yutong terkait peristiwa terbakarnya salah satu bus tersebut.

"Total busnya berjumlah 30 unit, satu sudah terbakar tadi pagi, jadi sisanya masih ada ...

Kanal Ekbis

Garuda Indonesia Terus Merugi

    
Menteri BUMN Dahlan Iskan menginstruksikan PT Garuda Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait dengan makin membengkaknya kerugian perusahaan itu.

"Garuda ruginya sangat besar. Saya minta Senin (1/9), direksi sudah menyampaikan ...