getting date ...
Online Users

Permainan Sulap Ala Melani (bagian-2)

Dibaca : 383 x
edison

Ekbis

Selasa, 18 Juni 2013 08:59 WIB

ist.

beritabatavia.com - Dalam blantika konglomerasi di Indonesia, nama Lora Melani Lowas Barak Rimba terbilang masih asing. Hanya nama apartemen Bellagio yang bisa menujukkan jika sang empunya termasuk konglomerat kategori kelas menengah. Tetapi bila bicara siasat dan strategi Melani terbilang cerdik dan jempolan.

Nama PT Megapolitan Development TBk dalam daftar developer properti di Indonesia memang masih asing ditelinga. Maka ketika mereka mengajukan izin untuk mencari dana dari masyarakat di lantai bursa saham, tidak serta merta Bapepam memberi izin. Maklum track recoord PT MD ini terbilang masih buram dan meragukan.

Menurut sumber Majalah NOVUM yang ikut mengikuti proses IPO  PT MD dari awal, izinpun kelihatannya mustahil didapat dari Bapepam jika melihat kondisi PT MD. Bahkan sumber itu menguraikan, hingga jam 16.00 WIB tanggal 31 Desember 2010 izin itu tak juga didapat dari Bapepam.

Dalam kondisi seperti itulah insting Melani langsung sigap bergerak, dia perintahkan Direkturnya di PT MD untuk menggelontorkan dana segar kepada dua oknum di Bapepam.Menurut sumber tadi setidaknya Rp 3 milyar dana segar ‘disiramkan’ kepada dua oknum di Bapepam. Hasilnya, ajaib satu jam kemudian atau tepatnya pukul 18.00 WIB atau petang hari surat izin itu akhirnya nongol.

Melanipun langsung bergerak cepat, tanggal 11 Januari 2011 PT Megapolitan Development Tbk secara resmi melantai dibursa. Untuk menyihir calon investor (masyarakat), PT Megapolitan Development Tbk menawarkan sejumlah proyek yang prestise dengan prospek keuntungan yang menggiurkan. Dalam prospektusnya PT MD menyebutkan setidaknya ada 7 proyek yang akan dibangun oleh PT MD. Proyek itu adalah, pembangunan apartemen, hipermarket dan life style, town house,comercial area, shoping arcade,rumah sakit, serta sekolah di Cimandala, Sentul Bogor.
Seperti terhipnotis para investorpun memborong saham  PT MD. Sehingga terkumpul dana Rp 212,5 miliar setelah dipotong untuk biaya administrasi serta uang jasa perusahaan securitas PT Henan Putihrai sebagai underwriter tersisa Rp 207,9 miliar. Dana itupun ditampung di Bank Sinar Mas Cabang Thamrin.

Setelah dana masyarakat terkumpul, gerakan Melani semakin ligat alias gesit. Hanya dalam hitungan hari pemindahan buku dana hasil IPO pun segera dilakukan oleh Melani.

Mulai tanggal 17 Januari 2011 atau hanya berselang 6 hari dana hasil IPO ngendon di Bank Sinar Mas, Melani sudah mengeluarkan sejumlah cek. Dalam kurun itu Melani telah mengeluarkan  enam cek dari rekening perusahaan di Bank Danamon Cabang Kuningan sebesar Rp 30,3 miliar. Uniknya pemindahan buku dana dari masyarakat yang dilakukan oleh Melani itu selalu menggunakan sistem ‘transit’ terlebih dahulu ke rekening orang lain sebelum akhirnya kembali ke rekening pribadi Melani. Seperti misalnya Melani sempat mengirim dana ke PT Rajawali Mitra S.

Dari perusahaan ini lalu ‘disorong’ ke rekening PT Henan Putihrai sebelum akhirnya kembali ke rekening pribadi Melani. Atau ada yang langsung ke PT Henan Putihrai seperti misalnya dua cek nomor 351-964-2163 dengan nilai nominal Rp 9,42 miliar dan Rp 7,78 miliar. Ada juga cek senilai Rp 3 miliar dari rekening perusahaan yang ada di Bank Mandiri dengan No Rek.00041.8277 yang dikirim ke PT Titan Properti yang notabene adalah anak perusahaan PT MD. Dari rekening PT Titan ini ‘digeser’ ke rekening di BCA no. 26712.82088 milik Sondang Nitra Utami yang tak lain adalah sekretaris Melani sebelum akhirnya disorong ke PT Henan Putihrai.

Aksi ‘penggalasan’ yang mulus terjadi membuat Melani semakin menjadi-jadi, pada periode tanggal 7  hingga 17 Februari 2011 misalnya, Melani telah menggerogoti uang hasil IPO hingga Rp 7 miliar dengan menggunakan 6 buah cek. Dari enam cek itu empat diantaranya bernilai nominal, Rp 3 miliar, Rp 1 miliar , Rp 1 miliar,  Rp 1 miliar. Modusnya hampir mirip, uang itu transit di rekening PT Mega  Pesanggrahan Indah (MPI) yang tak lain adalah anak perusahaan PT MD. Selama kurun waktu satu bulan itu, total jenderal dana hasil IPO yang nota bene dana masyarakat telah ‘dientit’ alias ‘ditilep’ Melani mencapai Rp 40.378 miliar.

Gerah melihat sepak terjang serta ‘permainan sulap’ Melani itulah, Komisaris Independen PT Megapolitan Development Tbk, Dr. Charles Dulles Marpaung SE MBA melalui kuasa hukumnya Andrey Sitanggang SH sempat mengirim surat ke Melani untuk mempertanyakan penggunaan dan hasil IPO. Sekaligus mempertanyakan progres pembangunan PT MD seperti yang pernah ditawarkan ke masyarakat. Namun surat itu tidak ditanggapi Melani. Malah Charles harus mengalami nasib tragis karena didepak Melani dari PT MD.

Senasib sepenanggungan, pengganti Charles sebagai Komisaris Independen di PT MD, Prof. Dr Wahyudi Prakarsa juga merasa ‘meriang’ melihat tata kelola keuangan yang dilakukan oleh Melani atas dana masyarakat di PT MD. Bahkan Prof. Dr Wahyudi Prakarsa mengambil langkah untuk mundur sebagai Komisaris Independen.                                                   

Atas segala tuduhan penyuapan, persenkongkolan sekaligus penipuan dan penggelepan itu Melani harus mengeluarkan kocek untuk membayar Kuasa Hukumnya agar membantah semua tuduhan itu. Dalam bantahan yang dibuat oleh Kuasa Hukum Melani dari kantor pengacara Hotma Sitompoel & Assosiate itu Melani menyatakan bahwa semua tuduhan itu adalah tidak benar, mengada-ada (fitnah) dan yang tidak berdasarkan hukum serta tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Seraya mengklaim jika penggunaan dana hasil penawaran umum dipergunakan dan telah dilaporkan oleh PT Megapolitan Development Tbk kepada Bapepam-LK dan diumumkan kepada publik sesuai dengan ketentuan dan Rencana Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Ooh begitu. O tim       


Komentar

  • Eka

    Kpk Dan penjabat Keuangan negara harus bertindak selamatkan uang investor bikin mau aja kelakuannya, kalau memang tidal benar harus dibuktikan secara transparan

  • Eka

    Kpk Dan penjabat Keuangan negara harus bertindak selamatkan uang investor bikin mau aja kelakuannya, kalau memang tidal benar harus dibuktikan secara transparan

  • melda

    melani melda

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL HALO GUBERNUR

Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Uji coba parkir meter di Jalan Sabang, Jakarta Pusat menemui banyak kendala. Tidak adanya panduan untuk menggunakan mesin parkir meter menyebabkan petugas parkir kewalahan. Selain harus mengatur keluar masuk kendaraan, mereka juga harus membantu para ...

Kanal Sensasi Batavia

Kota Tua Jakarta bakal ada Kereta Wisata


PT Kereta Api Indonesia tengah merampungkan restorasi kereta listrik pertama yang beroperasi di Indonesia untuk melengkapi Kota Tua Jakarta.

"Kami sedang menghidupkan kereta listrik pertama yang dulu disebut Bonbon. Posisinya mangkrak, sekarang sudah bisa jalan," ...

Kanal Dunia

Semalam, Mahasiswa Klaim Kencani 30 Gadis via Internet

Seorang mahasiswa bernama James Heseltine secara online mengklaim telah mengencani lebih dari 30 gadis hanya dalam satu malam. Untuk meyakinkan semua orang, ia mem-posting adegan kemesraannya di internet.

Mengutip laman Mirror, James dengan percaya diri menyebar ...