getting date ...
Online Users

Masyarakat Jangan Acuh Terhadap Peredaran Gelap Narkoba

Dibaca : 155 x
endi

Metro

Jum'at, 23 Agustus 2013 16:59 WIB

ist.

beritabatavia.com - Peredaran gelap narkoba di kalangan masyarakat, sering terjadi. Sehingga masalah itu, dianggap menjadi suatu hal yang lumrah. Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan.

Demikian diungkapkan Suhandi, warga Pamulang saat mengikuti Focus Group Discussion yang di selenggarakan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN di Mushola Al-Iklas, Pamulang Timur, Tangerang Selatan, Jumat (23/8/2013).

Menurutnya narkoba sudah bukan merupakan barang baru di lingkungannya. Ia dan teman-temannya sering sekali mendengar dan melihat peredaran gelap narkoba di tempatnya tinggal.

Suhandi yang setiap hari bekerja sebagai tukang ojek juga merangkap sebagai kepala keamanan lingkungan setempat mengatakan sampai saat ini sudah 18 orang meninggal dunia karena penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

Dia juga sedih dan prihatin melihat banyak anak muda yang menganggur. Mengingat, masalah pengangguran menjadi salah satu penyebab maraknya peredaran gelap narkoba di kalangan pemuda, karena bandar memanfaatkan para penggangguran untuk mengedarkan barang haram ini.

"Saya berharap pemerintah pembuka lapangan pekerjaan yang  banyak bagi anak muda disini, sehingga mereka tidak tergiur untuk menjadi pengedar narkoba," harap Suhandi.

Menanggap hal itu Kepala Seksi Media Elektronik Deputi Pencegahan BNN Diah Hariani Surtikanti mengatakan bahwa perlunya pengawasan yang ketat dalam lingkungan. Orang asing yang sering keluar-masuk lingkungan patut untuk di waspadai pesannya.

"Warga juga harus diberi informasi yang lengkap dan tuntas tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Masyarakat juga tidak boleh acuh terhadap masalah ini (narkoba red). Mengingat,  masalah narkoba di Indonesia sudah mengenaskan," tambah Diah.

Saat ini, lanjut Diah, kita di kepung sindikat narkoba dari berbagai macam lini. "Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk membantu BNN melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Sekecil apapun informasi dari masyarakat sangat berarti bagi BNN," pesannya serius. o day

Komentar

Nama Anda :
Email Anda :
Komentar Anda :
   

KANAL HUKUM

Terima Parcel Lebaran Didenda Rp1 miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang pejabat negara dan pegawai negeri sipil (PNS) dan pejabat negara menerima gratifikasi Hari Raya apapun bentuknya, termasul parcel. Jika ketahuan, mereka akan terkena ancaman denda hingga Rp 1 miliar.

"KPK mengimbau ...

Kanal Sensasi Batavia

Lebaran, Harga Tiket Monas Tak Naik

Pengelola tugu Monumen Nasional memperkirakan pengunjung Monas akan melonjak hingga dua kali lipat pada libur Lebaran. Sebab, banyak warga yang datang dari luar kota Jakarta dan sebagian masyarakat Jakarta tidak mudik.

Nursamin, Staf Pelayanan dan Pameran ...

Kanal Halo Polisi

Lebaran, Kantor Samsat Polda Metro Tutup

Selama Libur lebaran 2014, operasional Pelayanan Samsat dan pembuatan SIM di Polda Metro Jaya akan tutup sejak 26 Juli dan kembali dibuka pada tanggal 4 Agustus mendatang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, ...