Jumat, 16 Desember 2011

Korban Perkosaan Tuding Polisi Bohong

Ist.
Beritabatavia.com - Setelah digonjang-ganjing pemberitaan yang tak menentu, dan banyak memojokan dirinya. Ny. EK (44), istri mantan Kanit Reskrim Polsek Metro Pamulang, AKP Tri Suryawan akhirnya
blak-blakan kepada puluhan wartawan, di Mabes Polri Jakarta, Jumat (16/12).

Kedatangan Ny.EK ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan dengan alat anti kebohongan (lie detector), terkait kasus perkosaan yang mengakibatkan suaminya malah dipecat dari jabatan dan kini non job di Polres Metro Jakarta Selatan.

Meski pemeriksaannya gagal, karena Polres Metro Depok belum melakukan koordinasi dengan pihak Bareskrim Mabes Polri, Ny.EK yang didampingi kuasa hukumnya, Buswin Wiryawan, mengaku tidak merasa kecewa.

Dengan pernyataan kali pertama yang dilontarkan Ny. EK ini, artinya kasus ini masih jauh
dari penyelidikan yang sebenarnya. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol
Baharuddin Djafar, menjawabnya dengan santun, bahwa itu pengakuan sepihak.

Menurutnya, polisi dalam melakukan penyelidikan tidak memerlukan pengakuan, tapi alat bukti yang kuat. “Ya, pengakuan silahkan-silahkan saja. Tidak apa-apa,” katanya.

Kini Ny. EK membeberkan secara terbuka semua yang dialaminya kepada wartawan. Berikut hasil petikan wawancara para wartawan:


Tujuannya apa Ibu datang ke Mabes Polri?

Saya dipanggil untuk diperiksa, apakah pengakuan dan laporan saya bohong. Tapi ternyata
tidak jadi, karena Polres Depok belum melayangkan surat rekomendasi ke Mabes Polri. Saya
belum tahu kapan lagi akan datang. Pengacara saya lebih tahu.


Polisi menilai ada relayasa dalam laporan ibu?

Bohong itu. Saya tidak merekayasa laporan. Semua itu benar. Memang ada orang suara, entah dari pintu mana. Saat itu sekitar Pukul 03.00 WIB. Saya dengar sayup-sayup orang masuk.

Saya tidak tahu pintu mana yang terdengar di buka. Karena saya tak berpikir macam-macam, saya diamkan dan saya tidur lagi.

Karena bertambah jelas suara itu saya terusik. Begitu saya balikan badan, tiba-tiba saya
dibekap orang yang saya tidak kenal, dan mengancam meminta saya diam kalau tidak akan
dibunuh. Pelaku lalu duduk dipinggang.

Saya mencoba melawan karena mendengar suara motor lewat depan rumah. Tapi tidak berhasil.  Pelaku langsung melakban tangan dan mata saya serta mulut. Terus melakukan membisikan ke kuping meminta saya jangan macam-macam, dan ikuti perintahnya.


Jadi Ibu diancam?

Memang, saya merasa ada benda semacam senjata tajam yang ditekankan pelaku ke badan saya. Terus badan saya dibalikan dari posisi tengkurap ke terlentang oleh pelaku. Didirikan dan ditenngteng ke kamar depan. Pelaku tanya, di mana saya simpan laptop dan uang. Saya bilang tidak ada. Pelaku meminta saya untuk tidak lapor kepada polisi. Saya dikembalikan lagi ke kamar saya dan ditengkurapkan.


Lalu...

Semula saya beragapan belum. Saya tetap masih takut. Terus saya mendengat suara gordin
bergeser. Dan saya memberanikan membalikan badan. Ternyata pelaku memang sudah tidak ada. Saya langsung membuka lakban. Lari ke kamar anaknya di depan dan menutup semua pintu, dan berteriak minta tolong.


Penyidik mengatakan Ibu sempat menelepon Bapak?

Tidak. Saya tidak meneleponnya. Karena saat itu saya masih takut pelaku masih berada dekat. Takut kedengaran suara saya. HP Esia yang saya ambil dari balik kamar, dan saya SMS suami saya itu. Saya juga tidak teriak karena takut. Kalau saya dibunuh, siapa yang merawat anak saya?


Kata Polisi kejadian itu hanya pelecehan bukan perkosaan?

EK diam saja. Tak keluar satu kata pun darinya.


Apa benar Ibu punya pria idaman lain?

Dulu memang ada. Tapi saya sadar itu tidak benar. Hubungan kami sudah lama berakhir.


Jadi bagaimana hubungan Ibu dengan bapak?

Tidak ada masalah. Kami baik-baik saja. Saya paham bapak kan sebagai Kanit Reskrim. Tentu tugasnya sangat padat sekali. Sebagai seorang reserse, ia jarang pulang ke rumah. Terkadang pulang dalam seminggu sekali, atau seminggu dua kali.


Katanya Ibu sudah pisah ranjang dengan Bapak?

Tidak benar. Bukan pisah ranjang. Suami saya tidurnya di kantor, saya di rumah. Apa itu disebut pisah ranjang?


Lalu istri simpanan Bapak sendiri ?

Simpanan yang mana? Tidak ada. Saya tahu persis keberadaan Bapak, meski jarang di rumah. Saya kan gak pernah keluarkan statemen kalau Bapak punya istri-istri lain. Jadi pernytaan itu nggak benar, darimana sumbernya. o end