Minggu, 18 Desember 2011
Woodland Residence Bangun Green Apartement di Kalibata
Beritabatavia.com - Perusahaan pengembang properti Daniland Group dan Pardika Wisthi Sarana (PWS) membangun Woodland Residence, sebuah apartemen yang bernuansa alami, hijau, nyaman menyematkan atau green apartement di Kalibata Jakarta Selatan, dengan investasi sekitar Rp 650 miliar.
Apartemen ini dibangun di area seluas 2,3 hektar, dengan lima tower ini, sebanyak 80 persen akan diisi dengan ruang terbuka hijau karena pengembang hanya mendirikan bangunan pada 20 persen areal saja.
â€Ini merupakan apartemen pertama yang bernuansa alami. Kami berencana menciptakan ruang terbuka hijau di ruang privat," papar Komisaris Utama Daniland, Emil Arifin, dalam acara ground breaking Woodlandpark Residence, kemarin.
Woodlandpark Residence, lanjut dia, merupakan proyek hunian apartemen yang mengedepankan konsep hunian yang memberikan kenyamanan dan pemandangan hijau serta menyegarkan dengan banyaknya pepohonan rindang, taman yang indah, serta konservasi tumbuhan dan hewan.
Emil melanjutkan ntuk mulai mewujudkan konsep hunian hijau, Woodlandpark Residence akan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki dan jalur sepeda. Juga disekitar apartemen akan dibuatkan trotoar menuju berbagai fasilitas publik lainnya sehingga penghuni dapat meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor.
Woodlandpark Residence terdiri dari 5 tower, 4 untuk hunian dan 1 untuk gedung
perkantoran. Saat ini Daniland telah memasarkan 70 persen hunian di salah satu tower
bernama Matoa. Pasar yang dituju ialah masyarakat kelas menengah. â€Kami mengincar eksekutif muda dan pegawai pemerintahan,†ujar Emil Arifin.
PWS sebelumnya telah menawarkan tower 1 yang bernama Tower Matoa. Tercatat 128 unit Tower Matoa telah terjual hingga saat ini. Menurut Emil ini project apartemen pertama banyak PWS dan pelajaran penting dari pengalaman pengembang-pengembang apartemen terdahulu.
Mendesain project ini atas apa yang dibutuhkan masyarakat. "Kami harap unit-unit yang
ditawarkan benar-benar dibeli oleh orang-orang yang membutuhkan hunian sehat dan hijau,†tutur Emil
Salah satu wujud komitmen Woodlandpark Residence untuk menjadi hunian hijau ditunjukkan melalui pelaksanaan pemindahan sementara 14 pohon dan pemeliharaan 28 pohon lainnya yang telah tumbuh puluhan tahun. Selain menciptakan udara segar bagi penghuni apartemen, reservasi pepohonan yang dilakukan Pardika Wisthi juga bertujuan untuk memberikan hunian yang nyaman bagi satwa liar seperti burung yang diharapkan akan turut melengkapi ekosistem hunian hijau ini.
Untuk mulai mewujudkan konsep hunian hijau PWS akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Woodlandpark Residence di Woodland Park Residence Kalibata. Sekaligus penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan Swiss Belhotel International Indonesia yang akan menangani pelayanan di salah satu Serviced Apartement di Woodlandpark Residence.
Woodlandpark Residence memberikan kontribusi besar terhadap keberadaan ruang terbuka
hijau yang saat ini tengah diperjuangkan pemerintah daerah DKI Jakarta. Pemda DKI Jakarta saat ini menargetkan terwujudnya 30% ruang terbuka hijau. Sumbangan 80% ruang terbuka hijau oleh Woodlandpark Residence diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pengembang lainnya di kota-kota besar di Indonesia, mengingat paru-paru kota sudah semakin menyempit.
“Ruang terbuka hijau adalah unsur penting dalam konsep tata ruang Woodlandpark Residence. Kami menyadari bahwa kami mempunyai kesamaan visi tentang lingkungan hidup dengan Pemda DKI Jakarta. Harapan kami, Woodland Park Residence dapat membantu mewujudkan target Pemda DKI dalam menyediakan 30% ruang terbuka hijau hingga tahun 2030 karena kami membangun dengan hati.†ungkap Emil Arifin.
Dia menambahkan hunian tersebut dapat menjadi solusi bagi pelanggan yang selama ini harus mengalami kepadatan lalu lintas di Jakarta. Karena lokasi Woodlandpark cukup strategis dan mudah diakses dari pusat bisnis terutama wilayah Kuningan, Sudirman dan Thamrin serta didukung dengan berbagai sarana transportasi publik seperti feeder busway dan stasiun kereta api.
Emil Arifin menambahkan pentingnya keselarasan antara pembangunan fasilitas dan
komunitas. Selain properti yang berkualitas, juga berkomitmen untuk membangun
komunitasnya, misalnya dengan menyediakan fasilitas "Sky Lounge" yang menjadi tempat
bersosialisasi antar penghuni apartemen di Tower Cendana dan Mahoni.
Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana, Achmad Setiadi, mengungkapkan keseriusan
pihaknya untuk melestarikan lingkungan hidup di sekitar Woodlandpark Residence. Pihaknya
memilih lansekap natural sebagai salah satu komponen utama Woodlandpark Residence. Ruang terbuka hijau yang terdiri atas mahluk hidup yang sebelumnya sudah ada di area itu.
PWS akan mempersiapkan habitat terbaik bagi satwa burung yang mungkin terganggu saat
proses pembangunan seluruh tower. "IIni tanggung jawab kami untuk melestarikan lansekap
natural ini sebagai upaya memberikan keseimbangan alam, walaupun hanya pada wilayah yang terbatas.†jelas Achmad Setiadi
Konsep infrastruktur Woodlandpark Residence dirancang dengan serius. Mini market, drug store, dan laundry adalah sedikit contoh fasilitas penunjang bagi aktivitas penghuni apartemen yang disiapkan di tiap towernya. Sarana dan Prasarana yang menunjang kesehatan dan aktivitas rekreasional juga menjadi perhatian pengelola. Penghuni Woodlandpark Residence akan menikmati kolam renang, fitness center, jogging track, taman terbuka dan taman bermain anak serta mini putting green.
PWS berkomitmen untuk mendedikasikan lebih dari 80% lahannya bagi ruang terbuka hijau
agar para penghuni apartemen mendapatkan udara yang bersih, segar, baik, dan sehat demi peningkatan kualitas hidup, sesuai dengan tagline yang diusung Woodlandpark Residence, “a place for healthy livingâ€.
Selain Groundbreaking, dilaksanakan pula penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PT Pardika Wisthi Sarana dengan Swiss-Belhotel International Indonesia. Swiss-Belhotel International Indonesia akan menjadi operator Serviced Apartment di Woodlandpark Residence.
Salah satu wujud komitmen Woodlandpark Residence untuk menjadi hunian hijau ditunjukkan melalui pelaksanaan pemindahan sementara 14 pohon yang dimulai pada Selasa (6/12) minggu lalu, serta pemeliharaan 28 pohon lainnya yang telah puluhan tahun menghuni area tersebut. Selain menciptakan udara segar bagi para penghuni apartemen, reservasi pepohonan yang dilakukan PWS ini juga bertujuan untuk memberikan hunian yang nyaman bagi satwa liar seperti burung, yang diharapkan akan turut melengkapi ekosistem hunian hijau ini.
Pemerhati lingkungan, Nirwono Joga mengatakan, saat ini sangat sedikit pengembang yang
mau membangun hunian hijau. Kebanyakan pengembang di Jakarta hanya terkonsentrasi pada pembangunan gedung tanpa memperhatikan lingkungannya.
Dia sangat mengapresiasi kepedulian PT Pardika Wisthi Sarana (PWS) untuk menerapkan konsep green property, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, pengembang telah dan terus mencoba menerapkan 8 kriteria green property, antara lain konsep planning and design, green open space, dan green transportation. â€Seharusnya pemerintah memberikan dukungan pada bangunan berkonsep ramah lingkungan," katanya. o endi