Senin, 19 Desember 2011

Pembangunan Perumahan Tangsel Tak Terkendalikan

Ist.
Beritabatavia.com - Pengamat Perkotaan sekaligus planolog Universitas Tarumanegara Jakarta, Suryono H, mengakui bahwa pembangunan atau penataan rencana perkotaan yang nyaman serta asri di Kota Tangerang Selatan tidak maksimal. Pembangunan perumahan terutama oleh pengembang skala kecil di sejumlah wilayah ini terkesan tak terkendali.

Tiga pengembang besar telah menguasai kawasan Bintaro Jaya dengan 5.000 hektar yang meliputi Pondok Aren, Ciputat, dan Ciputat Timur. Pengembang kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) seluas 1.500 hektar menguasai Kecamatan Serpong dan Serpong Utara (lahan yang dikuasai lainnya di Kabupaten Tangerang) serta Alam Sutra. Selebihnya, lahan dikuasai oleh 209 pengembang skala kecil.

Melihat data yang ada, tambah Suryono H, tentunya penataan dan perkembangan pembangunan di Kota Tangsel yang berusia muda sangat tak terkendali dan jika dibiarkan tentunya akan menjadi kota macet atau padat. Terlebih sebagian besar masyarakatnya bekerja di Kota Jakarta, Tangerang, Bogor dan Depok.

Penataan kota terlihat timpang, karena pembangunan tak merata. Sebagai contoh di bagian barat terbangun kawasan kota baru, seperti Bumi Serpong Damai dan Alam Sutra (Serpong) serta Bintaro Jaya. Adanya pengembangan kawasan kota baru ini membuat pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan drainase, serta tata ruang wilayah teratur dan tertata dengan baik.

Kondisi ini bertolak belakang dengan wilayah selatan, seperti Ciputat, Pamulang, dan Pondok Cabe. Wilayah itu terkesan kumuh, tak teratur, dan semrawut. Infrastruktur sedikit yang terbangun, sementara pembangunan perumahan atau permukiman sangat marak.

Hampir seluruh jalan lingkungan, utama dan protokol di tujuh kecamatan wilayah Kota Tangsel tak lepas dari kemacetan dan kepadatan arus lalulintas yang sibuk selama 24 jam. Bila tak ditangani dengan cepat tentunya ungkapan Kota Tangsel sebagai salah satu kota macet bakal terwujud. O brn