Senin, 19 Desember 2011
Pong Hardjatmo Gagal Panjat Gedung DPR
Beritabatavia.com - Pong Hardjatmo kembali beraksi dengan memanjat Gedung Nusantara DPR, Senayan Jakarta, Senin (19/12). Di atas gedung berbentuk kura-kura itu, aktor gaek bukan untuk corat-coret namun membentangkan spanduk kekecewaan terhadap Presiden SBY terkait masalah kasus perkebunan sawit di Lampung maupun Freeport Irian.
Sayang, usaha Pong kali ini gagal. Pong keburu diamankan lima orang petugas keamanan (Pamdal) DPR dan polisi. Pengamanan itu sempat diwarnai keributan dan ketegangan. Malah, nyaris terjadi aksi fisik antara Pamdal dengan Pong.
"Apaan ini pegang-pegang. Saya rakyat, ini rumah rakyat," kata Pong dengan nadaemosi menghentakkan tangan pegangan petugas yang memegang tangannya.
"Iya, anda juga tahu aturan kan? Anda paham UU kan?," kata petugas membentak Pong.
Pong yang memaksa dan berdorong-dorongan dengan Pamdal terluka berdarah di bagian jari tangannya. Bahkan, baju lengan panjang warna biru yang dipakai Pong pun lusuh. Sambil terengah-engah, Pong menjelaskan niatnya ke DPR.
"Isi spanduknya saya minta pemerintah menyelesaikan Lapindo, Century, Freeport. SBY omdo (cuma bisa omong-red), mundur apa turun," tutur Pong dengan nada tinggi.
Mendengar Pong menghujat penguasa, polisi langsung meringkus Pong. Namun, ia berbalik
melawan. "Anda-anda ini dibayar negara. Jangan menantang rakyat yang menyampaikan
aspirasi," hardik Pong.
Pong kemudian menyampaikan keluhannya tentang kasus Mesuji. Ia protes pemerintah yang memberikan izin usaha kepada pengusaha Malaysia. "Kan itu bukan untuk rakyat, untuk mereka yang main-main diatas penderitaan rakyat," lanjut Pong.
Pong kemudian diamankan ke ruang polisi di gedung DPR. Ia dimintai keterangan. o ep