Jumat, 23 Desember 2011
Suprihatin Nekad Nyopet Demi Susu Anak
Beritabatavia.com - Suprihatin (25), buruh pabrik plastik nekad menyopet handphone di dalam bus TransJakarta, karena gaji yang diterima tidak mencukupi untuk membeli susu anaknya. Ibu muda ini dibekuk petugas keamanan bus Transjakarta di shalter BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (23/12).
Pelaku dan korbannya, Rahmi Amelia (20), dibawa ke Mapolsektro Jatinegara untuk menjalani pemeriksaan.
Rahmi menjelaskan, saat menumpang bus Transjakarta koridor IX jurusan Pinangranti – pluit dari shalter Penas untuk menuju shaltert transit UKI. Saat mendekati shalter BNN, warga kecamatan Makasar, Jakarta Timur diberitahu penumpang kalau tasnya sobek.
"Saya pun kaget, lalu memeriksa barang-barang bawaan. Ternyata dua handphone Blackberry jenis Gemini dan Javelin saya hilang," papar Rahmi.
Rahmi curiga seseorang telah mencopet handphonenya. Rahmi nenggok ke seorang wanita yang berdiri di dekatnya kemudian menjauh, dan menggenggam dua buah handphone. "Saya tanya HP itu milik saya karena tahu betul itu handphone saya," lanjut Rahmi.
Saat bus berhenti di shalter BNN, perempuan itu langsung lari dan Rahmi pun meneriaki pelaku, hingga wanita muda ditangkap.
Suprihatin mengaku pertama kali mencopet karena penghasilannya sebagai buruh pabrik plastik cuma Rp 13 ribu perhari, dan sang suami yang juga merupakan seorang buruh berpenghasilan Rp 27 ribu perhari, yang tidak mencukupi untuk membeli susu putra mereka satu-satunya yang baru berumur dua bulan.
"Saya butuh untuk membeli susu anak saya, saya terpaksa seperti ini," katanya sambil menangis.
Dari tangan pelaku, petugas menemukan dua buah handphone Blackberry jenis Gemini dan javelin milik Rahmi, serta sebuah silet yang digunakan untuk menyayat tas korban. o ep