Senin, 31 Mei 2010
Husain: Insiden Madura-Betawi Tak Perlu Diperpanjang
Beritabatavia.com - Buntut kerusuhan di Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat para ormas Betawi kini sudah merapatkan barisan bahkan siap menyerang kembali. Bahkan akan ada tindakan yang dimungkinkan akan lebih, jika pihak polisi tidak segera melakukan penangkapan terhadap tersangka pembacokan leher Endid salah satu Ketua Forkabi, Cipondoh, Kota Tangerang.
"Jika tidak ada proses hukum yang berlaku maka akan ada tindakan lebih lanjut, bahkan akan menyerbu dilokasi berbeda," kata kata Direktur LBH Forkabi Zamakh Sari HM kepada Berita8.com, Senin (31/5).
Namun Pimpinan Pusat Forkabi Jabodetabek lewat Ketua Umumnya Husain Sani menegaskan pihaknya tidak akan melakukan aksi sweeping, sebagaimana rumor yang berkembang pasca bentrokan yang menyebabkan kematian Ketua DPC Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Kecamatan Cipondoh Endit Mawardi (43). Maklum, Husein menilai bahwa insiden itu hanyalah persoalan pribadi semata yang tidak perlu diperpanjang.
"Itu masalah individu, bukan organisasi atau etnis tertentu. Kami tidak akan melakukan sweeping," tegasnya saat melayat ke rumah duka di RT 05/02 Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Banten, Senin (31/5).
Pihaknya juga meminta agar seluruh pimpinan wilayah Forkabi tidak terprovokasi dan menyerahkan kasus ke aparatur pemerintah dan kepolisian. "Kami percaya aparat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya dapat menangani masalah ini. Kami akan berupaya meredam gejolak internal dan tindakan dari ormas lain," ungkapnya.
Endang Mawardi, mewakili keluarga mendesak agar kepolisian dapat mengungkap kasus yang menyebabkan kakaknya, Endit Mawardi tewas. "Kami berharap kasus ini dapat diungkap secepatnya dan pembunuh kakak saya dapat menerima ganjaran sesuai tindakan yang dilakukan," harap Endang didampingi Nuroniah, istri korban yang tak kuasa menahan kesedihan.
Katimsus Unit V Polda Metro Jaya Kompol Surya M mengungkapkan, saat ini timnya telah melakukan penyelidikan dan memintai keterangan lima orang saksi yang telah diamankan di Polda Metro Jaya. Pihaknya berjanji secepat mungkin mengejar pelaku pembunuhan dan pelaku perusakan tersebut. "Kita akan ungkap semuanya, bukan hanya kasus pembunuhan. Yang melakukan aksi pembakaran juga akan kita mintai tanggung jawab," katanya.
Walikota Jakarta Barat Djoko Ramadhan mengimbau agar warga bisa mengendalikan diri dan tidak mudah terprovokasi."Kita warga negara yang sama dan memeluk keyakinan yang sama juga. Mari kita hilangkan rasa dendam dan memandang ini suatu musibah," tandasnya. O jns