Rabu, 04 Januari 2012
Ekonomi Indonesia Masih Ketar-ketir
Beritabatavia.com - Danareksa Research Institute mengemukakan Masyarakat Indonesia masih merasa ketar-ketir dan khawatir akan prospek ekonomi dalam enam bulan ke depan, terkait adanya ekspektasi kenaikan harga.
Kondisi ini ditunjang dengan komponen Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) menunjukkan keadaan masa depan (Indeks Ekspektasi atau IE), turun 1,1% menjadi 102,1.
"Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang sedikit menurun. Penurunan ini sehubungan dengan ekspektasi adanya kenaikan harga dalam 6 bulan ke depan," papar Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Rabu (4/1).
Survei menunjukkan konsumen masih merasa khawatir terhadap prospek kenaikan harga barang dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 3,0% menjadi 189,0 pada bulan Desember, yang merupakan level tertinggi dalam 4 bulan terakhir.
Menurut survei terakhir, sekitar 89,9% konsumen yang disurvei pada bulan Desember masih merasa khawatir terhadap kenaikan harga barang, naik dari 86,5% pada survei bulan sebelumnya.
Karena optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang sedikit menurun, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama juga menurun pada bulan Desember.
Hasil survei juga mengungkapkan sekitar 35,6% konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, turun dari 40,2% pada bulan Nopember.
Meski turun, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama masih tetap kuat, karena persentase konsumen yang akan membeli barang-barang tahan lama masih relatif tinggi, tidak terlalu jauh dari level teringginya sejak bulan Januari 2000.
Di sisi lain, kepercayaan konsumen menguat kembali pada bulan Desember 2011 dimana IKK naik sebesar 0,2% menjadi 91,6. Ini adalah level IKK tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Selama tahun 2011 ini, IKK telah meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terus membaik selama tahun 2011.
"Menguatnya kepercayaan konsumen ini didorong oleh penilaian konsumen yang semakin baik terhadap keadaan ekonomi nasional maupun ekonomi lokal saat ini. Perkembangan ini menunjukkan proses ekspansi yang terjadi di perekonomian kita belum terganggu oleh gejolak yang terjadi di perekonomian global," paparnya.
Dari kedua komponen utama yang membentuk IKK pada bulan Desember 2011, komponen yang menunjukkan keadaan saat ini (Indeks Situasi Sekarang atau ISS), naik sebesar 2,5% menjadi 77,6. Kenaikan ini terjadi karena penilaian konsumen terhadap keadaan ekonomi nasional maupun lokal saat ini meningkat.
Kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya kembali melemah pada bulan Desember.
Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 2,21% menjadi 86,0 dari 87,9 pada bulan Nopember.
Semua komponen yang membentuk IKKP (komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, mendorong pertumbuhan ekonomi, menyediakan dan menjaga fasilitas umum, dan menegakkan hukum) menurun, kecuali komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menyediakan lingkungan yang aman dan teratur (indeksnya naik sebesar 1,06% menjadi 100,9 dari 99,8 pada bulan Nopember). o ep