Senin, 23 Januari 2012

Tabrakan Maut 9 Tewas, Pengemudi Telan Narkoba

Ist.
Beritabatavia.com - Personel kepolisian dari Unit Laka Lantas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan kecelakaan "maut" di Halte Gedung
Direktorat Pajak di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2012).

Olah TKP juga menyertakan pihak Jasa Raharja. Belasan personel polisi ini mengamati halte
yang satu tempat duduknya hancur."Ini masih dalam rangkaian kegiatan penelitian penyidikan olah TKP," kata salah satu polisi kepada wartawan, Senin (23/1).

Selain mengamati, polisi juga mengambil foto halte yang rusak karena hantaman Xenia B 2479 XI yang dikendarai Afriani Susanti, 29 tahun. Warga pun tampak berkerumun di lokasi
kecelakaan yang menewaskan sembilan orang. Garis batas polisi masih mengitari halte
sepanjang 20 meter.

Kepala Cabang Jasa Raharja, DKI Jakarta mengatakan, ikut meninjau lokasi. "Kami
ke sini dalam rangkau tinjau lokasi," kata kepala cabang Jasa Raharja, DKI Jakarta Budi
Sulityo, Senin (23/1).

Perkara santunan, dia menegaskan kembali, akan memberikan santunan 25 juta untuk korban meninggal dan 10 juta untuk yang dirawat. "Itu paling lambat 7 hari ke depan kepada ahli waris" tambahnya.

Untuk korban yang berada di luar kota, dia memastikan juga dana santunan itu akan turun
dan dipastikan diberikan kepada ahli waris yang ditunjuk. "Juga kepada korban yang ada di
luar Jakarta akan diberikan ke perwakilan daerah," terangnya.

Usai pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, juga ternyata Afriani
positif menggunakan Sabu. Ke tiga orang rekannnya di dalam mobil Daihatsu Xenia "Maut" itu juga mengaku menggunakan narkoba. Sekedar diketahui, malam sebelum kejadian, Afriani melakukan pesta perpisahan seorang temannya yang akan pergi ke Australia.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sudah selesai meneliti urine pengemudi Xenia
maut yang menewaskan 9 orang di Tugu Tani Jalan M. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.

Hasilnya, Apriani Susanti (29 tahun), dan tiga penumpang mobil Xenia, yakni Deny Mulyana
(30 tahun), Adistria Putri Grani (26 tahun), dan Arisendi (34 tahun), bukan hanya memakai
narkoba jenis sabu saja, tetapi juga narkoba jenis lain.

"Keempatnya sempat memakai narkoba jenis ekstasi dan ganja di tempat hiburan," tutur

Kabidhumas Polda Metro Kombes Pol Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/1).

Rikwanto menjelaskan pula, kondisi Apriani Susanti tidak dalam kondisi yang bagus dalam
berkendara. Sehingga dia kehilangan kendali atas mobilnya. "Tersangka sempat kehilangan
konsentrasi," tambahnya.

Sebelum kecelakaan terjadi, perempuan yang bekerja freelance di production house perfilman itu habis menghadiri acara di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat kecelakaan mobil dipacu dengan kecepatan hingga 100 Km/Jam. Saat diperiksa Apriani tidak memiliki SIM dan STNK.

Sembilan orang tewas meregang nyawa saat mobil Xenia yang dikemudikan Apriani Susanti
menabrak kerumunan orang di sekitaran Tugu Tani, Jakarta Pusat. Berikut nama-nama korban tewas:

1. Moch Hudzaifah alias Ujay, 16 th
2. Firmansyah, 21 th
3. Suyatmi, 51 th
4. Yusuf Sigit; 2,5 th
5. Ari, 16 th
6. Nanik Riyanti, 25 th
7. Fifit Alfia Fitriasih, 18 th
8. Laki-laki, belum diketahui identitasnya umur sekitar 17 th
9. Muhammad Akbar, 23 th. o end