Minggu, 18 Maret 2012

Nissan Juke Ditabrak KRL

Ist.
Beritabatavia.com - Mobil Nissan Juke B 605 YIN ditabrak KRL Jurusan Bogor – Kota di perlintasn kereta di Jl.Rajawali, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (18/3) siang. Arnely (33) sang pengemudi, lolos dari maut . Kecelakaan tersebut tidak menelan korban jiwa, meskipun sejumlah penumpang yang merupakan satu keluarga mengalami luka dan shock, para korban langsung dilarikan ke RS.Husada.

Ferri, seorang saksi menjelaskan saat itu mobil yang dikendarai Arnely, dari Jl. Industri melawan arah dan berusaha menerobos pintu perlintasan kereta.

“Seharusnya mobil tidak boleh melawan arah, apalagi saat jalur perlintasan tertutup tanda kereta hendak melintas,” ungkapnya.

Dalam kejadian, mobil beserta para penumpangnya yang berjumlah 5 orang sempat terseret hingga 200 meter. Meski mobil dalam kondisi ringsek, para penumpang hanya menderita luka.

Di Depok, Tiga mobil tabrak KRL Ekonomi dari arah Jakarta ke Bogor, Sabtu (17/3) malam. Mobil rusak, tapi beruntung para penumpangnya berhasil menyelamatkan diri.

Kecelakan ini sempat sempat membuat kemacetan di sekitar lokasi karena  jalan dipenuhi warga yang menonton peristiwa tersebut

Peritiwa terjadi ketika mobil Toyota Starlet B 1619 TW yang dikendarai Arief Rahman, 25, dari arah Jalan Raya Citayam terjebak di perlintasan KA , tidak bisa maju atau mundur karena berpapasan dengan dua mobil Colt jenis L-300 B 9587 ZG sedang menderek mobil jenis serupa F 8987 SA.

Karena jalan yang sempit, tidak bisa mundur karena situasi sedang macet. Lalu tiba-tiba datang kereta dan langsung menabrak mobil hingga ringsek.

“Penumpang dan pengemudinya  menyelamatkan diri melompat dari mobil, sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Sofyan, tukang ojek setempat.

Hanafi, Ketua RT 05/ RW 03 Kelurahn Bojong Pondok Terong,mengatakan perlintasan kereta api tersebut tidak berpalang pintu,dan sering sekali terjadi kecelakaan kendaraan tertabrak kereta.

Warga setempat, katanya , sudah minta agar perlintasan tersebut ada palnag dan penjaganya.” Tapi, tidak ada perkembangan sampai saat ini. Kalau sudah terjadi kecelakaan seperti ini, bagaimana?” keluhnya.

Selama ini perlintasan tersebut dijaga secara swadaya oleh warga sekitar.“Jalan perlintasan rel yang juga menjadi jalan alternatif untuk kendaraan umum ini, seharusnya pemerintah cepat tanggap.Mau sampai kapan warga terus melakukan penjagaan yang hasilnya masih banyak korban yang berjatuhan juga,”kata Hanafi, yang mengaku kecewa. o ep