Selasa, 20 Maret 2012
Pusat Pemeliharaan Perdamaian Selesai Pada 2014
Beritabatavia.com - Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian dibangun sejak 2010 seluas 261,712 hektar di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor, Sentul, Bogor, Jawa Barat dan dijadwalkan selesai seluruhnya pada tahun anggaran 2014.
Selain menjadi pusat misi pemeliharaan perdamaian, lokasi itu juga menjadi tempat pasukan gerak cepat, pelatihan penanggulangan antiteror, universitas pertahanan, pusat pelatihan bahasa, latihan penanggulangan bencana, dan latihan olahraga militer.
Pusat pemeliharaan yang telah diresmikan oleh Presiden Yudhoyono pada 19 Desember 2011 itu diharapkan dapat menjadi lokasi pelatihan bagi pasukan perdamaian yang akan diberangkatkan ke daerah konflik di dalam dan luar negeri.
Pesiden Yudhoyono menyatakan pasukan pemelihara perdamaian tidak hanya harus memiliki keahlian militer namun juga keterampilan untuk mengenal budaya dan bahasa penduduk setempat.
"Mereka harus bisa bekerja dengan pasukan militer dari berbagai negara dan juga memiliki keahlian antiteror serta misi penyelamatan. Mereka juga harus memiliki pengetahuan tentang budaya dan bahasa negara setempat," tutur Presiden didampingi Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, di Sentul, Selasa (20/3).
Saat ini, Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian sekitar 1.900 personil yang bertugas di Lebanon Selatan.
Indonesia sekarang termasuk dalam 20 besar negara pengirim pasukan pemeliharaan perdamaian di bawah bendera PBB.
Sementara itu, Ban Ki-moon mendapatkan kejutan ketika berkunjung ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian. Pada acara jamuan makan siang, Ban Ki-moon mendapat sajian nasi tumpeng untuk merayakan ulang tahun ke-41 pernikahannya.
Ban Ki-moon yang melawat ke Indonesia didampingi oleh istrinya, Ban Soon-taek, didaulat untuk memotong nasi tumpeng disaksikan oleh Presiden Yudhoyono.
Ban Ki-moon menikahi Soon-taek pada 1971 dan dikaruniai tiga anak. O ant