Senin, 09 April 2012
Pembeli Rusunami Dari Kalangan Menengah Atas
Beritabatavia.com - Pembayaran untuk unit Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) rupanya lebih banyak dibayar tunai (cash). Cara pembayaran melalui kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tidak diminati oleh para pembeli rusunami. Hal ini menurut pengamat properti merupakan tanda bahwa peruntukan rusunami telah salah sasaran.
"Padahal, unit ini awalnya merupakan proyek subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi kalangan berpenghasilan rendah-menengah," kata Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto di Jakarta, Senin (9/4).
Menurut dia, hal itu dapat mengindikasikan bahwa terdapat penyimpangan target sasaran untuk pemilik rusunami karena fakta yang ditemukan memperlihatkan banyak dari pembeli adalah para investor.
Mengenai lebih besarnya pembeli rusunami yang menggunakan metode bayar tunai dibanding KPA, ia menambahkan bahwa pembeli tersebut adalah dari kelas menengah-atas, yang memiliki kapabilitas finansial yang kuat. Dan mereka tidak ingin direpotkan dengan berbagai prosedur perbankan, karena KTA mengharuskan mreka untuk membuka rahasia pribadi, misalnya penghasilan mereka. O brn