Rabu, 11 April 2012

Anak Punk Resahkan Warga

Ist.
Beritabatavia.com - Keberadaan anak punk acap kali meresahkan warga. Karena perbuatan mereka acap kali sudah menjurus ke arah kriminalitas. Mereka sering mengamen di Metromini S 75 jurusan Pasar Minggu-Blok M, terkadang sambil memaksa meminta uang kepada penumpang. "Ngamen kok maksa. Pakaian lusuh, rambut tak disisir, badan mereka juga bau, pasti belum mandi 3 hari," ujar Odi, penumpang bus, Rabu (11/4).

Di daerah Depok, anak punk diketahui tinggal di jembatan di dekat pintu masuk Grand Depok City dari arah Jl Kartini. "Mereka sering mabuk, dan kabarnya sering berbuat maksiat. Terkadang mereka berbuat kriminal, seperti mencuri ponsel, atau mencuri jemuran warga," ujar Jana, pedagang rokok di Jl Kartini, Depok.

Menurut warga sekitar, anak punk itu pindahan dari stasiun Manggarai, Jaksel.
Sementara di Jakarta Barat, seorang yang diduga anak punk bernama Subhan Fadilah (15) berbuat nekat melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari menara BTS setinggi 30 meter di Jl Wakaf RT 002/08, Kelurahan Sukabumiselatan, Kecamatan Kebonjeruk, Rabu (11/4). Alhasil, Subhan yang masih duduk dibangku SMP tewas dengan kondisi mengenaskan.

Akibat aksi nekatnya, korban yang mengalami patah kaki dan tangan sempat dilarikan ke RS Medika Permata Hijau. Namun, setelah sempat menjalani perawatan di ruang UGD rumah sakit tersebut, nyawa korban akhirnya tak tertolong, hingga akhirnya korban menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 13.00.

Menurut salah seorang pemilik warung di RT 03/08, tempat korban biasa berkumpul menuturkan, dalam beberapa hari terakhir, dirinya mendengar keluhan korban yang bercerita keinginannya memilki sepeda motor namun tak kunjung dibelikan oleh orangtuanya. Masih dituturkan pemilik warung yang enggan disebut namanya itu, keseharian korban serbagai anak punk dan kerap mengikuti balapan liar. 

"Korban bersama teman-temannya sering ikutan balapan liar. Jadi kemungkinan karena tidak dibelikan motor oleh orangtuanya jadi korban nekat bunuh diri,” ungkapnya.

Petugas Polsek Kebonjeruk, Aiptu Aritonang mengatakan, pihaknya masih mencari alamat korban mengingat saat kejadian tidak ditemukan identitas milik korban. "Korban tewas di rumah sakit. Jenazah korban sudah ditangani pihak RS Medika Permata Hijau. Kami masih mencari tahu penyebab korban nekat melakukan bunuh diri," tandasnya. O brn