Rabu, 25 April 2012
Memalukan, Jika Jakarta Tak Mampu Kelola Sampah
Beritabatavia.com - Sangat memalukan apabila ibukota negara tidak mampu mengelola sampahnya sendiri. Warga Jakarta sampai membuang sampah ke kali karena minimnya tempat pembuangan sampah di tiap kelurahan. Hal ini berlangsung lama, karena lambatnya Pemprov DKI merespons masalah ini.
Karena itu pembangunan ITF Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara sepantasnya dilakukan karena ibukota memerlukan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi tepat guna dan ramah lingkungan di dalam kota.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna mengatakan, proses penetapan lokasi pembangunan ITF di Sunter dilakukan setelah melalui tahapan kajian yang mendalam, sejak tahun 2009 lalu. Kajian tersebut melibatkan para Pakar di bidang Persampahan.
“Rencana pembangunan ITF di dalam kota juga telah beberapa kali disosialisasikan kepada publik, diantaranya Focus Group Discussion (FGD) berupa Seminar Nasional Persampahan di Universitas Indonesia pada 9 Juni 2011,†ungkap Eko, Rabu (25/4).
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif WALHI Jakarta, Ubaidillah mengakui, persiapan pembangunan ITF di Jakarta telah cukup matang. “Kajian mengenai rencana pembangunannya telah dilaksanakan oleh Konsultan, baik di dalam dan luar negeri, termasuk diataranya Yayasan Clinton Climate Initiatives (CCI) hingga LSM dibidang lingkungan,†katanya.
Sementara itu, Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto menambahkan, pemilihan lokasi pembangunan ITF di Sunter sudah tepat. Sebab, dengan adanya ITF Sunter akan mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPA Bantargebang.
“Selain itu juga mengurangi ritasi pengiriman sampah yang otomatis menghemat biaya angkutan dan pemeliharaan kendaraan pengangkut sampah,†kata Sugiyanto. O brn