Selasa, 01 Mei 2012

TKI Kepung Kedubes Malaysia

Ist.
Beritabatavia.com - Ratusan mantan TKI, dan aktivis Migrant Care, Ourvoice dan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mengepung Kedutaan Besar Malaysia di Jalan Rasuna Said Jakarta, Selasa (1/5) untuk memprotes tewasnya tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB), yang ditembak mati polisi diraja Malaysia dan organ tubuhnya diambil untuk dijual.
 
"Kita tahu warga negara Indonesia telah dibunuh polisi karena dituduh terlibat kejahatan, hari ini kita bersama mengutuk perbuatan polisi tersebut," ujar Sekretaris Jenderal Ourvoice, Hartoyo.
 
Dalam aksi dibacakan juga pernyataan sikap para demonstran, antara lain mengecam tindakan represif negara, baik Indonesia maupun negara penerima, terhadap buruh migran tidak  berdokumen.
 
Sempat terjadi perdebatan antara para demonstran dengan pihak polisi, karena demonstran dilarang membentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan "Malaysia, hentikan membunuh buruh migran Indonesia"
 
"Kami demi Tuhan sampai kapanpun tidak akan terima, ini betul-betul tidak adil. Sepertinya mereka tidak menganggap manusia, betul-betul biadab, sungguh biadab, tidak manusiawi karena belum nyata kesalahannya sudah ditembak mati," ujar Maksum, ayah Herman, sahal satu TKI yang  tewas tertembak.
 
"Anak saya dibilang perampok, tapi menurut saya dokternya perampok sampai organ anak saya mau dirampok," lanjut Maksum dengan emosi.
 
Nurmawi, kakak dari Abdul Qodir Jaelani, yang juga tewas tertembak di Malaysia mengatakan dirinya telah ikhlas melepas kepergian adiknya. Namun, ia tidak menerima cara kematian adiknya yang dianggapnya sangat tragis.
 
Para demonstran yang dijaga oleh 76 personil kepolisian ini juga menyanyikan lagu Gugur Bunga dan Iwak Peyek yang liriknya diganti  menjadi kritik terhadap Malingsi atau Malaysia. Juga mencoret-coret bendera Malaysia dan akan membakarnya. o ep