Minggu, 13 Mei 2012
Wartawati Houston Chronicle Nyambi Jadi Striptis
Beritabatavia.com - Sarah Tressler, selain cantik dan seksi, juga penulis handal. Perempuan berumur 29 ini sehari-hari sebagai reporter Houston Chronicle di Amerika Serikat. Namun disamping mahir memainkan jemarinya di depan komputer, Sarah ternyata juga ahli membangkitkan birahi laki-laki. Akibatnya, dia dipecat dari pekerjaannya.
Sarah punya profesi ganda. Pagi hingga sore, dia bekerja sebagai reporter. Namun tatkala malam menjelang, dirinya menjadi penari klub malam alias striptis. Aktivitas ganda ini diketahui oleh Richard Connelly, reporter Houston Press.
Dalam laporannya dia mengatakan Sarah Tressler larut dalam kehidupan malamnya sebagai penari erotis. Ia pun membeberkan di media bagaimana kehidupan reporter tersebut di waktu malam. Kehidupan malam Sarah terekam di Facebook dan Twitter dengan nama pengguna Angry Stripper.
Foto-foto Sarah Tressler dalam aksi panggungnya disimpan rapi di akun tersebut. Terdapat sebuah foto provokatif yang sangat ‘menggiurkan’. Tapi sekarang akunnya telah dikunci setelah ramai di publik.
Akibatnya pemberitaan Houston Press, pimpinan media Houston Chronilce marah besar. Dia langsung memberhentikan Sarah. Merasa telah menjadi korban diskriminasi gender, Sarah pun menggugat tempat kerjanya tersebut.
Pihak Houston Chronicle menyatakan bahwa saat melamar kerja, Sarah tidak mencantumkan menyertakan pekerjaannya sebagai penari erotis dalam data kepegawaian. Tapi hal itu dibantah oleh Sarah.
"Dalam formulir tidak ada pertanyaan menyangkut pekerjaan saya sebagai penari erotis. Saya menjawab semua pertanyaan dengan jujur," imbuh Sarah. Dia pun melayangkan gugatan ke harian beroplah terbesar di negara bagian Texas. Dalam kasus ini Sarah dibantu Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja. Sarah berencana melanjutkan karirnya di tempat lain.
Kuasa hukum Sarah, Gloria Allred mengatakan pemecatan kliennya tidak relevan. Alasannya pekerjaan sebagai striptis tidak mempengaruhi kemampuannya sebagai wartawati media besar.
"Keputusan ini bias gender karena kebanyakan penari erotis adalah wanita. Pemecatan karyawati hanya karena menjadi penari erotis tentu memiliki dampak yang sangat besar," ujar Gloria. o eee