Kamis, 21 Juni 2012

Ngaku 'Kapolda' Minta Uang Rp50 juta

Ist.
Beritabatavia.com - Khoe Seng Seng warga Manggadua,Jakarta tak menduga surat pembaca yang dibuatnya di harian Media Indonesia pada Sabtu 5 Mei 2012 lalu berbuntut panjang.

Sebelumnya, Khoe menulis di surat pembaca untuk  meminta  penjelasan pihak Polda Metro Jaya terkait  penghentian penyidikan laporannya atas perkara keterangan palsu di atas sumpah yang diberikan seorang saksi dari pihak Sinar Mas Group.

Beberapa saat setelah surat pembaca yang mencantumkan nomor handphonenya itu,  Khoe  menerima telepon dari  seseorang yang mengaku sebagai Kapolda Metro Jaya seraya berjanji akan menindaklanjuti keluhan dalam surat pembaca tersebut.

Kemudian, Selasa  29 Mei 2012 sekitar pukul 20.30 orang yang mengaku ‘Kapolda' itu kembali menghubungi Khoe dan meminta untuk menemuinya di Polda Metro Jaya Rabu 30 Mei pukul 13.00.

Saat Khoe akan berangkat ke Polda Metro Jaya, untuk menemui ‘Kapolda’ orang tersebut kembali menghubunginya dan meminta bantuan untuk menukarkan ceknya dengan uang tunai senilai Rp50 juta yang akan jatuh tempo keesokan hari (31 Mei 2012).

Menurut ‘Kapolda’ uang itu sangat dibutuhkan, namun kalau tidak bisa memenuhi permintaan tersebut tidak masalah, saat itupula Khoe diminta untuk menemui stafnya bernama Budi.

Saat itulah Khoe menyampaikan pada 'Kapolda' yang menghubunginya bahwa dirinya tidak bisa menyediakan uang Rp50 juta rupiah. Permintaan uang tunai ini kemudian berkurang menjadi Rp20 juta dengan alasan sudah ada yang memberikan bantuan sebesar Rp30 juta. Namun Khoe tetap mengatakan tidak memiliki uang sebesar Rp 20 juta.

Khoe kemudian mendatangi Polda Metro Jaya untuk menemui Bapak Kapolda. Tiba di ruang tunggu Kapolda Metro Jaya, petugas memintanya untuk mengisi selembar kertas, isinya menerangkan identitas dan keperluan menemui Bapak Kapolda.

Penerima tamu tersebut kemudian membawa lembaran kertas tersebut ke sebuah ruangan. Beberapa menit kemudian dari ruangan ini keluar seorang polisi wanita (Polwan) dan menanyakan apakah Khoe sudah ada janji ketemu dengan Kapolda. Khoe menjelaskan bahwa dirinya baru saja ditelepon oleh ‘Kapolda’ untuk bertemu, sambil menunjukkan nomor handphone yang digunakan oleh orang yang mengaku sebagai Kapolda Untung Rajab.

Polwan yang mendapat penjelasan dari Khoe, kembali masuk ke ruangan dan meninggalkan Khoe menunggu di ruang tamu.  Sekitar 30 menit kemudian sang Polwan datang dan menanyakan apa keperluan Khoe menemui Kapolda.
Kepada Polwan itu Khoe menjelaskan peristiwa yang dialaminya sejak surat pembaca yang dimuat di surat kabar, sampai dihubungi seseorang yang mengaku sebagai ‘Kapolda’ dan memintanya untuk bertemu. Kepada Polwan tersebut, Khoe menanyakan apakah benar ini nomor handphone Kapolda.

Sayangnya, Khoe tidak mendapat jawaban, karena Polwan itu juga tidak tahu apakah nomor yang ditanyakan itu nomor milik Kapolda atau bukan. Khoe juga menunjukkan pesan singkat yang diterimanya untuk menemui asisten ‘Kapolda’ bernama Budi.

Sang Polwan kembali masuk ke ruangan, tanpa memberikan jawaban yang pasti. Sekitar 30 menit kemudian, Polwan itu keluar dan menemui Khoe serta melontarkan pertanyaan prihal apa pekerjaan dan dimana Khoe tinggal. Setelah mendapatkan penjelasan dari Khoe, Polwan kembali masuk ke ruangan. Sekitar 30 menit kemudian, Polwan itu menemui Khoe dan mengatakan Bapak Kapolda sudah keluar patroli.

Khoe menyesalkan pelayanan staf Kapolda Metro Jaya yang sangat tidak profesional. Dia sudah membuang-buang waktu sekitar dua jam hanya untuk menunggu. Padahal, Khoe datang ke Polda Metro Jaya hanya untuk menanyakan alasan penghentian proses atas laporan yang disampaikannya. Serta memastikan apakah benar orang yang menghubunginya dengan menggunakan nomor handphone 085287005XXX benar Kapolda Metro Jaya.

Namun, semuanya sia-sia tidak ada kejelasan, sama seperti nasib laporannya di Polda Metro Jaya sejak tiga tahun lalu hingga kini tidak jelas. 0 son