Kamis, 26 Juli 2012
Polri Jangan ' Ancam' Pengendara Motor Yang Mudik
Beritabatavia.com - Jika ingin sukses menghadapi arus mudik lebaran 2012, Polri harus segera membuat konsep terpadu dengan pemerintah daerah. Sehingga polri tidak perlu menebar "ancaman" akan menindak pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari dua orang. Hal itu ditegaskan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW Neta Pane dalam siaran pers yang diterima beritabatavia, Rabu (25/7).
Neta menilai, ada empat masalah krusial dalam musim mudik 2012. Pertama, jumlah kendaraan kian bertambah banyak, terutama sepeda motor, otomatis jumlah pemudik akan melonjak. Kedua, kondisi dan pelayanan angkutan umum, bus maupun kereta api sangat buruk dan terbatas, sehingga pemudik menjadikan sepeda motor sebagi alternatif.
Ketiga, kondisi jalanan sangat buruk, tambal sulam, bergelombang, berlobang dan lain-lain. Kondisi ini sangat berpotensi membuat pemudik celaka. Keempat, jumlah polisi sangat terbatas. Berbagai kendala ini membuat polri tidak akan bisa berbuat banyak. Konsep apapun yang dibuat polri tidak akan banyak mengubah situasi. Ironisnya, dalam kondisi seperti ini pejabat lalulintas polri masih tega "mengancam" untuk menindak pemudik sepeda motor yang berpenumpang lebih dari dua orang.
Dalam mengatasi gelombang mudik 2012, kata Neta, publik tidak bisa hanya berharap dari Polri. Oleh karena itu, IPW mendesak Pemerintah SBY harus segera mempunyai konsep yang jelas dalam menangani mudik 2012. Artinya pemerintah SBY, dalam musim mudik 2012 tidak hanya mengandalkan angkutan darat, terutama di jalur pantura. Tapi sudah saatnya membackup musim mudik dengan angkutan laut dan udara untuk mngatasi kepadatan pantura.
TNI AL harus diminta mengerahkan kapal perangnya dengan maksimal, untuk mengangkut pemudik, terutama pemudik bersepeda motor dari tanjungpriok untuk didrop di pelabuhan Cirebon, tegal maupun Semarang. Lalu TNI AU diminta mengerahkan herculesnya dengan maksimal untuk mengangkut pemudik dari Halim Perdana Kusumah ke Semarang, Jogja, Solo maupun Madiun.
Pemerintah harus melakukan terobosan baru, untuk mengurangi kepadatan pemudik di pantura. Tanpa itu kepadatan di pantura akan makin parah dan korban akan terus berjatuhan.0 son