Senin, 30 Juli 2012
Kopti Minta Pemerintah Tingkatkan Kualitas Kedelai
Beritabatavia.com - Produsen tahu dan tempe meminta pemerintah memberikan keterampilan terhadap petani
untuk meningkatkan kualitas panen kedelai lokal.
"Hal ini penting agar kami tidak selalu bergantung pada kedelai impor dari Amerika yang harganya jarang sekali stabil," kata pengurus Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kota Bekasi, Burhanudin, Senin (30/7).
Selain itu pemerintah harus mengaktifkan peran Badan Urusan
Logistik (Bulog) sehingga produsen mendapat pasokan bahan baku lebih
mudah dengan harga yang terkendali.
"Sampai sekarang masih kita bahas bersama dengan pengurus se-Jawa Barat,
namun belum didapatkan gagasan apakah Bulog harus kembali aktif atau
tidak," lanjutnya.
Sementara sejumlah produsen tahu dan tempe Bekasi, tidak menyambut antusias penurunan harga kacang kedelai impor pasca aksi penghentian produksi tempo hari.
"Kedelai saat ini Rp780 ribu per kuintal, turun dari sebelumnya Rp800 ribu per kuintal. Katanya harga turun karena pemerintah memutuskan bea masuk pasca desakan saat aksi kemarin," kata seorang produsen tahu di Kota Bekasi Neneng Romdoni.
Menurut dia, penurunan harga tersebut tak terlalu disambut antusias oleh produsen, sebab penurunan bea masuk hanya diberlakukan hingga Desember 2012.
Setelah itu, katanya, harga kedelai bisa saja kembali melambung tinggi tak terkendali.
"Belum lagi kalau harga di luar negerinya pun tinggi. Harga kedelai yang harus kami beli pasti turut terkena imbasnya," katanya. O brn