Jumat, 17 Agustus 2012

67 Tahun HUT RI, Pasar Minggu Makin Semrawut

Ist.
Beritabatavia.com - Sudah 67 tahun Indonesia merdeka, tapi kawasan Jl Raya Ragunan, depan Kelurahan dan Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan malah makin semrawut. Hal ini sudah berlangsung puluhan tahun namun tidak pernah ada solusi yang jitu untuk mengatasi masalah ini.

Terlihat penyebab kemacetan adalah sejumlah pedagang pakaian yang memakan setengah lajur dari arah Kecamatan Pasar Minggu sampai ke perempatan underpass Pasar Minggu. Polisi yang mengatur lalu lintas terpaksa memperbolehkan kendaraan dari arah kecamatan untuk memakai separuh bagian di lajur sebaliknya, karena padatnya jalur tersebut.
Akibatnya, kendaraan yang hendak menuju arah Kecamatan sampai ke Warung Buncit terpaksa harus mencari jalan lain, atau melewati arah Jl Pertanian.

Sebagian orang mengatakan bahwa hal ini karena banyak pedagang ingin mengais rejeki menjelang lebaran. Tapi di hari-hari normal, keadaan tak jauh berbeda. "Hari biasa juga tak beda jauh, apalagi waktu berangkat dan pulang kerja," ujar Ny Lili, seorang pemilik toko kelontong di kawasan itu, ketika ditemui, Jumat (17/8).

Dia membandingkan situasi Pasar Minggu dengan wilayah Cengkareng Jakarta Barat. "Cengkareng yang rawan saja tidak separah ini semrawutnya," lanjut dia.

Pemkot Jakarta Selatan seperti kehabisan akal menghadapi kemacetan dan pedagang kaki lima ini, sudah tak terbilang biaya penertiban habis sia-sia. Bahkan Gubernur Fauzi Bowo beberapa waktu hanya mengatakan bahwa tempat penampungan sementara pedagang di area PD Pasar Jaya Pasar Minggu terlalu kecil, sehingga tidak mampu menampung PKL sebanyak ini.

Menurut data Pemkot Jaksel pada 2010, jumlah PKL di kawasan ini mencapai 2500 orang. Sekarang tentu lebih banyak lagi. O brn