Selasa, 28 Agustus 2012

Rendah Kesadaran Pemilik Mobil Gunakan Pertamax

Ist.
Beritabatavia.com - Kesadaran pemilik mobil menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, masih sangat rendah. Hal ini didasari karena harga BBM non subsidi itu, masih dianggap sangat mahal dibandingkan dengan premium.

"Mahalnya harga Pertamax berdampak pada arus mudik maupun balik Lebaran 2012, yang mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa," ungkap SVP Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko dalam Evaluasi Satgas Idul Fitri 1433 H, di Jakarta, Selasa (28/8).

Rata-rata harian penyaluran BBM non subsidi saat mudik tercatat turun 4 persen untuk Pertamax. Kondisi ini juga pada Pertamax Plus yang mengalami grafik penurunan hingga 35 persen. Pertamax yang rata-rata penyalurannya 1.437 kiloliter per hari pada kondisi normal turun menjadi 1.380 kiloliter pada 6 Agustus hingga 26 Agustus 2012.

Konsumsi Pertamax Plus yang rata-rata 347 kiloliter per hari turun menjadi 226 kiloliter per hari. "Jadi masalah harga memang masih sensitif, kalau selisih harga Premium dengan Pertamax masih di atas Rp 3.000 masyarakat sulit untuk beralih," dalihnya.

Saat ini harga Pertamax Rp 9.750 per liter sementara harga Premium Rp 4.500 per liter. Sejak awal Agustus harga Pertamax terus bergerak naik setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 8.600 per liter karena kenaikan harga minyak dunia. Harga BBM non subsidi selalu bergerak naik sesuai dengan pergerakan harga minyak dunia. Pertamina menggunakan acuan harga Mid Oil of Platts Singapore (MOPS).

Suhartoko justru merasa heran di wilayah Jawa Timur, penjualan Pertamax justru mengalami kenaikan yang mengejutkan 35 %. "Saya akan melakukan penelitian kenapa justru di Jawa Timur, penjualan Pertamax selama arus mudik maupun balik Lebaran mengalami kenaikan," katanya.

Dijelaskan, selama mudik Lebaran, konsumsi Premium nasional pada periode 6-26 Agustus 2012 rata-rata mencapai 85.613 KL per hari atau naik 10% dibandingkan dengan konsumsi rata-rata harian pada kondisi normal yakni 77.657 KL per hari. Angka ini 12% lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata harian konsumsi tahun 2011 sebesar 76.502 KL per hari.

Untuk konsumsi solar, sesuai prediksi maka pada periode tersebut mengalami penurunan hingga 20% yakni 35.428 KL per hari dibanding rata-rata konsumsi harian pada kondisi normal sebesar 44.145 KL per hari. Namun, angka ini tetap mengalami kenaikan 21% dibandingkan dengan rata-rata harian tahun sebelumnya yakni 29.345 KL per hari.

Suhartoko mengeluhkan beberapa kendala, terutama disebabkan oleh hambatan distribusi BBM karena kemacetan lalu lintas yang disebabkan mudik dalam waktu bersamaan. Untuk menghadapi kendala tersebut, pihaknya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mendistribusikan BBM dengan cara contra flow mobil tangki.

“Pendistribusian BBM mudik tahun depan, Pertamina berencana untuk menambah jumlah kantong BBM di daerah rawan kemacetan dan melakukan alih supply penyaluran BBM dari lokasi depot yang lalu lintasnya lebih lancar untuk penyaluran BBM,” katanya.

Untuk penyaluran BBM PSO per tanggal 27 Agustus 2012, saat ini sudah mencapai total 29,3 juta KL yang terdiri dari 18,2 KL Premium, 10 juta KL Solar dan 0,7 juta KL Minyak Tanah. Realisasi penyaluran Premium saat ini mencapai 95,6% dari kuota tahun 2012 sebesar 24,4 juta KL, atau mencapai 113% dari kuota Premium sampai tanggal 27 Agustus 2012 sebesar 16 juta KL.

Sedangkan realisasi solar mencapai 94% kuota tahun 2012 sebesar 13,8 juta KL, atau mencapai 109% kuota sampai tanggal 27 Agustus 2012 sebesar 9 juta KL. Dan, realisasi penyaluran minyak tanah mencapai 69% dari kuota 2012 sebesar 1,7 juta KL atau naik 94% dari kuota sampai bulan Agustus 2012 ini sebesar 1,1 juta KL. o endy