Rabu, 19 September 2012

Jerman Larang Warganya Gunakan Internet Explorer

Ist.
Beritabatavia.com - Pemerintah Jerman mendesak warganya untuk sementara waktu berhenti menggunakan Internet Explorer keluaran Microsoft Corp, Selasa (18/9).

Peringatan itu terjadi setelah temuan kerusakan yang belum diperbaiki di Web browser itu. Pembuat perangkat lunak mengatakan kerusakan itu menyebabkan komputer rentan terhadap serangan peretas (hacker).

Seorang peneliti mengaku menemukan bukti yang menunjukkan bahwa peretas yang memanfaatkan cacat dalam program tersebut berusaha untuk menyerang kontraktor pertahanan.

Microsoft mengatakan penyerang dapat memanfaatkan cacat dalam Internet Explorer yang digunakan di ratusan juta komputer, untuk menginfeksi PC yang mengunjungi situs berbahaya dan mengambil alih komputer korban.

Pemerintah Federal Keamanan Informasi (BSI) Jerman mengatakan mereka waspada terhadap sasaran serangan dan peretas memancing penjelajah internet mengunjungi suatu website yang telah terkontaminasi bahaya.

'Yang ditakuti adalah penyebaran cepat kode tersebut,' kata pemerintah Jerman dalam sebuah pernyataan.

BSI menganjurkan semua pengguna Internet Explorer menggunakan browser alternatif sampai perusahaan pembuat mengeluarkan pembaruan keamanan.

Microsoft: Mayoritas Pengguna Tidak Terkena

Pihak Microsoft tidak menjawab pertanyaan yang meminta komentar terhadap langkah pemerintah Jerman meski perusahaan mengecilkan dampak kerusakan tersebut di sebuah pernyataan tertulis.

'Ada jumlah serangan yang sangat terbatas,' kata juru bicara Microsoft, Yunsun Wee. 'Mayoritas pengguna Internet Explorer tidak terkena dampak,' katanya seperti yang dikutip dari Reuters.

Perusahaan mengatakan mereka berencana mengeluarkan peranti lunak untuk melindungi komputer dari serangan dalam beberapa hari ke depan. Pengguna harus memasang kode secara manual dengan mengunjungi website Microsoft dan mengklik sebuah tautan.

Microsoft tidak menyebutkan berapa lama untuk merilis pembaruan penuh untuk Internet Explorer. Beberapa peneliti keamanan mengatakan mereka mengharapkan pembaruan dalam seminggu.

Kelemahan Internet Explorer ditemukan akhir pekan lalu, setelah PC peneliti keamanan dari Luksemburg terinfeksi ketika sedang menganalisis sebuah server yang digunakan untuk meluncurkan kampanye cyber industri spionase terhadap setidaknya 48 perusahaan kimia dan pertahanan.

Perusahaan kemanan jaringan AlienVault mengatakan mereka telah menemukan tiga server lainnya yang menjadi tuan rumah website berbahaya yang memanfaatkan kelemahan Internet Explorer. O reuters