Minggu, 07 Oktober 2012
Penjualan Toyota Anjlok 50 %
Beritabatavia.com - Penjualan mobil Toyota di Tiongkok anjlok sebesar 50 persen pada September di tengah reaksi anti-Jepang atas pulau yang disengketakan, kata sebuah laporan yang dikutip AFP dan AP, kemarin.
Penjualan Toyota, raksasa otomotif Jepang pada semester pertama tahun 2012 ini mencapai 75.000 unit pada Agustus, tapi angka penjualan bulan September hanya mencapai setengahnya, tulis surat kabar Yomiuri, mengutip sumber perusahaan. Seorang
juru bicara Toyota di Tokyo tidak bersedia menyebutkan angka penjualan.
Namun dia mengatakan bahwa angka resmi penjualan Toyota bulan September di Tiongkok akan dirilis pada Selasa (9/10).
Sengketa pulau di Laut China Timur yang diklaim kedua negara sangat berpengaruh pada perdagangan antara dua ekonomi terbesar di Asia.
Pabrik-pabrik Jepang dan bisnis di seluruh Tiongkok sempat ditutup. Sebagian pabrik juga menurunkan skala operasi pada September karena khawatir pabrik atau pekerjanya akan menjadi sasaran massa yang memprotes nasionalisasi Tokyo atas pulau sengketa.
Toyota pun menutup pabrik di Tiongkok pada 26 September atas ketegangan protes anti-Jepang. Penutupan pabrik dilakukan hingga minggu perayaan nasional Tiongkok, tetapi pabrik akan dibuka kembali pada Senin (8/10). Akhir bulan lalu, baik Toyota dan saingannya Nissan menyatakan akan memangkas produksi di Tiongkok karena permintaan untuk mobil Jepang telah terkena dampak.
Pada Jumat (5/10), berita dari harian Jiji dan harian bisnis Nikkei menyatakan produksi Toyota bulan Oktober di Tiongkok bisa dipangkas sekitar 50 persen dari tingkat yang direncanakan. Saat ini, Toyota memiliki sembilan lokasi produksi di Tiongkok, tiga pabrik perakitan masing-masing : di timur laut Tianjin, di selatan kota Guangzhou, dan di Provinsi Sichuan.
Toyota memiliki rencana besar menumbuhkan pasar otomotif di Tiongkok, tempat mereka memproduksi 800.000 kendaraan pada tahun 2011 dan memelihara jaringan 860 dealer. Sebuah laporan Jumat menyebutkan beberapa perusahaan asuransi besar Jepang telah berhenti memberikan perlindungan terhadap kerusuhan di Tiongkok di tengah kerusuhan bulan lalu, sebagai contoh terbaru dari kejatuhan bisnis akibat sengketa.
Selain Toyota, Mitsubishi Motor dan Mazda pun telah melaporkan anjloknya penjualan mobil untuk September ketika ketegangan antara Jepang dan China meningkat menjadi kerusuhan anti-Jepang.
Pada Jumat (5/10), Mitsubishi Motors Corp menyatakan penjualan kendaraan di Tiongkok menyusut 63 persen menjadi 2.340 kendaraan pada September dari 6.307 tahun sebelumnya. Mazda Motor Corp menyatakan penjualan di Tiongkok merosot 36 persen
menjadi 13.258 kendaraan pada September tersebut. Hingga kini, Jepang dan Tiongkok masih berselisih mengenai kedaulatan sekelompok pulau-pulau kecil di Laut China Timur.
Ketegangan memuncak bulan lalu dengan protes anti-Jepang dan kerusuhan merebak ke puluhan kota di Tiongkok.
Mazda mengatakan sulit untuk mengukur berapa banyak penurunan penjualan September, sebagai dampak perselisihan antara Tokyo dan Beijing. Namun beberapa dealer dilaporkan rusak saat kerusuhan. Pada Agustus, penjualan Mazda di Tiongkok turun 5,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 16.539 kendaraan. o day