Senin, 15 Oktober 2012
Umbar Tembakan
Beritabatavia.com - Tidak berapa lama setelah melepaskan jabatan Kapolda Metro Jaya pada 2001, Muhammad Sofyan Yacob langsung memasuki masa pensiun alias menjadi purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal (Komjen) alias Jenderal Bintang Tiga.
Sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Mulyono yang juga rekan seangkatan lulusan AKPOL 1970, Sofyan Yacob menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel). Pria kelahiran Lampung ini dinilai sukses di Sulsel kemudian dipercaya oleh Kapolri Jenderal Bimantoro untuk menjabat Kapolda Metro Jaya.
Pria lulusan AKPOL 1970 ini dikenal keras, tegas dengan gaya bicara yang blak-blakan. Tak heran, Sofyan Yacob menjadi buruan para wartawan, untuk mendapatkan pernyataan dan penegasannya untuk dijadikan judul sebuah berita.
Saat menjabat Kapolda Metro pernyataan Sofyan Yacob ‘ Hei Budiman Sudjatmiko jangan macam-macam nanti saya tekuk batang lehermu’ langsung menjadi berita utama di sejumlah media massa ibukota.
Sosok pria tegas dan keras Sofyan Yacob sontak membuat ciut para pelaku kejahatan. Tidak hanya itu, ormas Front Pembela Islam (FPI) juga tak luput dari sikap tegas Kapolda Metro Jaya ke 23 itu. Dia tak memberi peluang bahkan langsung menindak tegas, jika melakukan tindakan anarkis baik itu perorangan maupun kelompok.
Sikap berani Sofyan Yacob juga ditunjukkannya saat pencarian Tommy Soeharto. Sofyan Yacob mendatangi mantan Presiden Soeharto dan meminta agar menyerahkan putra kesayangannya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) terkait kasus pembunuhan Hakim Agung.
Karakter keras yang dimiliki Sofyan Yacob tidak hanya saat masih anggota polisi atau menjabat sebagai Kapolda. Sikap berani Sofyan Yacob masih tetap tampak meskipun sudah pensiun dari dinas kepolisian.
Karena itupula, Sofyan Yacob dilaorkan ke Polda Metro Jaya oleh petugas keamanan komplek perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Dia dilaporkan atas tuduhan mengumbar tembakan di komplek perusamahan elit Resor Mediterenia, Jakarta Utara yang juga tempat tinggal Sofyan Yacob.
Petugas Keamanan Perumahan Taman Resort Mediterania, Jakarta Utara, Sugeng Joko Sabiran, melaporkan Sofyan Jacob karena dia mendapat dukungan dari penduduk perumahan di mana dia bekerja. Laporan itu dia buat agar Sofyan Jacob jera dan tidak mudah meletupkan temperamennya yang ‘kasar’. Sugeng menjelaskan, peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu, 3 Agustus 2011 sekitar pukul 06.45.
Purnawirawan Jenderal bintang tiga polisi ini membantah dan menyatakan apa yang dituduhkan Sugeng, tidak pernah terjadi. Sofyan Yacob justru menuding adanya oknum yang sengaja memanfaatkan satuan pengaman itu untuk merusak nama baik dirinya dan institusinya.
Sejak pensiun dari kepolisian, selain ber olah raga dan kegiatan sosial, Sofyan Yacob mengaku masih tetap melaksanakan berbagai aktivitas lainnya. Dia mengaku prihatian dengan kondisi Polri akhir-akhir ini. Sofyan Yacob berharap, pimpinan Polri harus menjaga kehormatan dan martabat korps Polri.
Jika tidak, maka jangan berharap akan dihormati orang lain. Polri sebagai aparat penegak hukum harus tegas dan konsisten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Karena landasan Polri untuk melakukan upaya hukum adalah undang-undang.0 gun