Senin, 21 Januari 2013

Raising Star Von Brebes

Ist.
Beritabatavia.com - Namanya memang belum begitu populer dikalangan para pemburu berita yang terbiasa nongkrong di Mabes Polri, meski pembawaan Perwira Tinggi kelahiran Brebes, Jawa Tengah ini cukup funky dan gaul. Tetapi bila menelisik track reccordnya,  maka kita  harus memberikan tabik terhadap Jenderal Bintang Dua ini. Salah satu prestasi monumental yang ditorehkan oleh, Irjen Pol Drs, Anas Yusuf, DIPL Krim, SH.MH.MM ini adalah menangkap buron internasional, M Nazarrudin (Bendahara Partai Demokrat) di Cartagena, Colombia.

Melihat catatan sejarah dan riwayat jabatan lulusan AKPOL 1984 ini terbilang sangat panjang, lengkap dan beragam. Mulai dengan menjabat sebagai Kapolsek Kupang Tengah hingga kini menjadi Kapolda Kaltim.Tak berlebihan bila, Anas Yusuf didapuk sebagai raising star di jajaran Perwira Tinggi Polri. Proses tour of duty yang panjang itulah yang mengasah kemampuannya untuk mengendus kejahatan, baik  kejahatan kriminal biasa hingga level yang luar biasa. Apalagi dengan semakin meningkatnya kualitas kejahatan transnasional, maka sosok seperti Anas inilah yang sangat diperlukan oleh Mabes Polri.

Maklum selain menguasai secara aktif empat bahasa, latar belakang pendidikan kejuruan Anas Yusuf dinilai sangat representatif. Anas adalah salah satu lulusan Criminal Investigation Departement (CID) Jerman 1993 lalu. Pendidikan yang sama ditempuhnya tahun 2000 dan yang terakhir adalah CID  Berlin 2006. Ditambah dengan Pendidikan Kejuruan  tentang Money Laundryng, Perbankan, Kepailitan hingga Human Trafficking, maka mantan Kapolsek Pelabuhan Ratu ini terbilang ahlinya dalam bidang white cholar crime (kejahatan krah putih) maupun cyber crime yang dimiliki oleh Mabes Polri. Sangat paslah bila Anas sempat dibaiat sebagai  Kabid Interpol Set NCB Interpol pada tahun 2007 lalu. Bahkan Anas Yusuf juga sempat menduduki jabatan sebagai  Staf Ahli Sospol Kapolri, Jenderal Timur Pradopo sebelum akhirnya didapuk sebagai Kapolda Kalimantan Timur.  

Alumni SESPATI II 2007 ini dinilai memiliki wawasan dan kemampuan yang luas. Karena perjalanan karier yang panjang serta latar belakang pendidikan kejuruan yang beragam. Maka bila kini dia menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur sangat pantas. Seperti diketahui,  Polda Kaltim adalah termasuk Polda Tipe A yang memiliki tingkat gangguan Kambtimas yang tinggi dengan cakupan wilayah yang luas . Kondisi itu menuntut profesionalisme Polri. Selain jenjang kepangkatan yang sudah memenuhi, latar belakang pendidikan kejuruan Anas terbilang sangat membantu dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Tercatat Anas Yusuf adalah salah satu Kapolda yang berprestasi. Apalagi mengingat Kaltim memiliki sejumlah obyek vital dan merupakan salah satu tempat transit para teroris. Terutama para teroris yang hendak dan kembali dari Philipina  Selatan. Pendidikan Kejuruan tentang Human Trafficking juga sangat membantu Anas mengingat Kaltim terutama Nunukan merupakan melting pot bagi  para brokker Human Trafficking yang hendak memperjual belikan perempuan muda  ke Malaysia untuk dijadikan sebagai wanita penghibur di negeri jiran itu.

Kredibilitas serta integritas dari mantan Kapolres Kendal, Jawa Tengah maupun Kapolres Pekalongan Jawa Tengah ini juga terbilang sangat mumpuni. Hal itu terlihat dari koleksi tanda jasa yang dimiliki Anas Yusuf. Setidaknya ada delapan tanda jasa yang dimiliki oleh Alumni LEMHANAS PPSA 2012 ini. Seperti Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Ksatria Tamtama, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Jana Utama serta Bintang Bhayangkara Nararya.

Melihat  prestasi dan pengalaman yang segudang itulah kini Irjen Pol Anas Yusuf disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Posisi yang kini diduduki oleh  Komjen Sutarman itu menjadi ujung tombak Polri dalam melayani dan mengayomi masyarakat dari pontensi gangguan Kamtibmas. Untuk itu diperlukan figur yang kuat, sigap, cerdas sekaligus fleksibel dalam menghadapi tuntutan masyarakat. Kuat dalam pengertian sosok itu memiliki kemampuan menghadapi pengaduan  gangguan kamtibmas. Dan sosok itu cerdas karena mampu menginterprestasi setiap kejahatan yang terjadi di masyarakat. Fleksibel adalah kemampuan verbal dia untuk mengkomunikasikan dengan masyarakat. Karena hingga saat ini Polri dinilai sangat kaku dan lemah dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Contoh teraktual adalah kasus sengketa Polri dengan KPK.

Kriteria seperti itu ada dalam diri Irjen Pol Drs Anas Yusuf SH.MH, selain jejak karier yang panjang, kemampuan yang memadai yang tak kalah penting adalah kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga terkesan tegas tapi juga luwes. Sosok seperti itulah yang kini dibutuhkan Polri untuk melayani dan mengayomi masyarakat sekaligus juga untuk membenahi citra Polri yang terlanjur buruk di mata masyarakat sebagai imbas dari pertikaian antara Polri dengan KPK.

Dan masih segar dalam memori publik, jatuhnya citra Polri karena sengketa dengan KPK juga tidak terlepas dari Kabareskrim saat itu. Sehingga pergantian Kabareskrim ini selain bagian dari tour of duty juga bisa dijadikan momentum untuk membenahi Polri secara keseluruhan. Termasuk untuk membenahi citra Polri dimata masyarakat yang sudah terlanjur dicap buruk.O tim