Rabu, 07 April 2010

Atlet Berpretasi Layak Jadi Pahlawan Nasional

Ist.
Beritabatavia.com -

Pemberian gelar pahlawan nasional bukan mutlak milik warga negara Indonesia yang berjuang di medan perang  dengan memanggul senjata, tapi  juga mereka yang berstatus olahragawan berprestasi dunia. Jadi olahragawan berprestasi dunia itu layak jadi pahlawan nasional.
Demikian dikatakan legenda olahraga bermotor (otomotif) Indonesia, Tinton Soeprapto di sela-sela syukuran atas pengangkatannya sebagai Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (Yapeta) di Hotel Crown Jakarta, Selasa, (6/4) malam.
Menurut Tinton, olahragawan berprestasi dunia itu juga telah mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional.’’Kalau sekarang ini kan atlet berprestasi dunia cukup dengan pemberian bonus. Padahal bonus itu tidak langgeng karena yang namanya uang cepat habis,’’kata putra salah satu pejuang Pembela Tanah Air (Peta), Letjen TNI (Purn) Soeprapto ini.
Tinton lebih lanjut mengatakan sebaiknya para atlet yang berprestasi dunia itu mendapat tunjangan seumur hidup dari negara. Jika para Jenderal ketika meninggal dunia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata maka atlet berprestasi dunia pun  juga mendapatkan fasilitas yang sama.
Sampai saat ini baru sembilan atlet Indonesia (bulutangkis) mendapatkan Bintang Mahaputra dari pemerintah dengan memiliki hak istimewa yakni dimakamkan di TMP Kalibata jika kelak mereka meninggal dunia.
Kesembilan atlet bulutangkis itu adalah Rudy Hartono (juara 8 kali All England), Susi Susanti, Alan Budikusuma (emas Olimpiade Barcelona 1992), Ricky Subagja/Rexy Mainaky (emas Olimpiade Atlanta 1996), Toni Gunawan/Chandra Widjaya (emas Olimpiade Sydney 2000), Taufik Hidayat (emas Olimpiade Athena 2004) dan Markis Kido/Hendra Setiawan (emas Olimpiade Beijing 2008).
Tinton sendiri mengaku miris karena tak sedikit  atlet dan mantan atlet  berprestasi dunia yang kehidupannya  sangat memprihatinkan.’’Nah semestinya pemerintah memperhatikan nasib mereka. Saya salut dengan Menegpora sebelumnya Pak Adhyaksa Dault SH yang berhasil memperjuangkan atlet dan mantan atlet berprestasi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) serta memperoleh rumah,’’papar ayah kandung pembalap kakak beradik Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto ini.
Jika ini konsisten dilakukan pemerintah, Tinton  yakin nasionalisme generasi muda kita khususnya yang menjadi olahrgawan  tertanam dan terjaga dengan baik.