Rabu, 30 Januari 2013

Waduk Raksasa Depok Batal Dibangun

Ist.
Beritabatavia.com - Pembangunan waduk raksasa di kawasan Depok, Jawa Barat, sebagai salah satu upaya membantu mengatasi banjir di Jakarta batal dilaksanakan.

'Saya harus menghentikan sekaligus mengubur rencana pembangunan waduk raksasa itu, setelah Gubernur Jokowi memunculkan ide dan meneruskan pembangunan deep tunnel (terowongan banjir dan multifungsi),' kata Meneg BUMN, Dahlan Iskan.

Menurut Dahlan, awalnya munculnya gagasannya membangun waduk raksasa di Depok karena ingin Jakarta tidak lagi menjadi langganan banjir seperti yang terjadi pada 2002, 2007, dan pada pekan lalu atau 17 Januari 2013.

'Saya berhenti ngomong itu karena Gubernur merencanakan deep tunnel. Saya tidak follow up lagi BUMN untuk buat waduk raksasa,' tegasnya.

Namun Dahlan mengaku sangat tertarik dengan ide Jokowi yang ingin merealisasikan pembangunan deep tunnel di Jakarta.

Pembangunan deep tunnel atau sering disebut dengan 'smart tunnel' diyakini menjadi salah satu terobosan untuk mengatasi banjir yang kerap mendera Jakarta.

Anggaran pembangunan deep tunnel yang membentang sepanjang MT Haryono-Pluit tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp16 triliun.

Meski demikian, Dahlan tidak bersedia memberikan penilaian apakah dengan terowongan bawah tanah tersebut apakah ampuh mengatasi banjir di Jakarta.

'Saya tidak menguasai strategi dan teknologi deep tunnel sehingga saya tidak tahu bisa atau tidak,' ujarnya.

Bukan Rencana Baru

Menurut sesepuh Kelurahan Depok, S Ibrahim, rencana pembangunan waduk ini sudah ada sejak 1985. Lokasinya di Parung Serab, Pancoran Mas atau Sukmajaya, yang dekat dengan aliran Ciliwung. 'Tapi rencana itu batal karena Depok sudah jarang terdapat sawah, lagipula diperuntukkan untuk pemukiman,' jelas dia.O brn