Kamis, 07 Februari 2013

Bajaj Jakarta Diduga Dimonopoli

Ist.
Beritabatavia.com - Puluhan anggota Solidaritas Pemilik dan Pengemudi Bajaj Jakarta berunjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis (7/2) menuntut pengontrolan harga bajaj, pengaktifan kembali koperasi bajaj, penghapusan sistem lelang, dan pengaturan peremajaan bajaj.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), berjanji mengusut indikasi monopoli penjualan bajaj untuk memenuhi tuntutan pemilik dan pengemudi kendaraan beroda tiga tersebut.

Dia akan menindaklanjuti permintaan pemilik dan pengemudi bajaj dengan mengunjungi koperasi bajaj di Kemanggisan, Jakarta Barat, dan menggelar rapat dengan pemangku kepentingan terkait.

'Ini adalah masalah di bajaj, tapi saya akan pelajari dulu,' kata Jokowi.

Jokowi berharap bisa mendapat informasi lebih lengkap tentang indikasi monopoli penjualan bajaj yang ditengarai membuat harga bajaj terlalu mahal.

'Ya saya baru lihat indikasi. Gimana enggak, yang jual hanya satu perusahaan,' katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan mempelajari usul pengemudi bajaj untuk mengelola usaha angkutan bajaj dalam wadah koperasi. 'Saya rasa itu bagus,' katanya. O brn