Rabu, 20 Februari 2013

Pengunjung Wajib Telanjang di Museum Telanjang

Ist.
Beritabatavia.com - Boleh tak berbusana. Tanggalkan baju, celana, dan pakaian dalam, tapi tetap memakai sepatu beserta kaos kakinya. Juga dilakukan setelah jam pulang kerja. Begitulah kira-kira aturan main untuk pengunjung di museum ini, Museum Leopold, Vienna, Austria dalam ajang pameran 'Nude Man from 1.800 to Today'.

Mungkin tubuh agak sedikit berasa dingin saat berada di dalam museum. Tapi itulah yang memang diinginkan sebagian besar pengunjung.

Sekitar 60 pecinta seni yang menyambangi museum ini datang bersama-sama untuk melihat hampir 600 lukisan dan patung bertemakan ketelanjangan, menggambarkan manusia tanpa pakaian. Yang melihat tanpa busana, yang dilihat juga demikian. Serba telanjang.

“Saking dinginnya, saya tak berkeringat sama sekali. Tapi saya sangat tertarik dengan konsep ini, karena ini lain daripada yang lain ,” kata seorang pengunjung, Herbert Korvas, sambil tersenyum di ruang tengah museum sambil menunggu pria lainnya, seperti dilansir Huffington Post, Rabu (20/2).

Senada dengan Herbert, seorang pengunjung lain, Florian Kahlenberg yang berasal dari Munich Jerman mengaku tertarik untuk berjalan-jalan dengan telanjang bulat di museum. "Dari dulu saya memang selalu ingin melakukannya," ujarnya.

Setelah berkumpul, para pengunjung berjalan bersama melihat-lihat lukisan, sambil mengikuti arahan pemandu. Ada juga yang nampak asyik melihat karya seni tersebut.

Para pengunjung nampak cuek dan santai saat wartawan dan fotografer membuntuti mereka. Cahaya jepretan kamera tak membuat mereka merasa terganggu.

Juru bicara museum, Klaus Pokorny menuturkan, memang sebenarnya para pengunjung yang menginginkan hal ini. "Sebelumnya dilarang menanggalkan baju saat ke museum ini,”ungkapnya.

Pernah terjadi pada awal November 2012 lalu, kata Klaus, seorang pria melepaskan pakaiannya. Padahal itu dilarang. Ia pun langsung diminta petugas keamanan untuk memakai baju.

"Namun kami mendapat permintaan dari seluruh dunia dari orang-orang yang terinspirasi oleh pameran ini, yang meminta kami, untuk mengunjungi pameran dengan telanjang," sambungnya.

Dengan konsep ini, pameran kali ini dinyatakan sukses yang pernah digelar di Museum Leopold. Sebab jumlah pengunjung jauh lebih banyak dari sebelumnya. Lebih dari 100 ribu orang telah datang untuk merasakan sensasi telanjang di hadapan karya seni telanjang.

Akan tetapi, penyelenggara museum ini pernah dihujam protes oleh masyarakat sekitar. Bukan karena lukisan dan patung telanjang yang dipamerkan, melainkan poster 3 pria telanjang yang dipasang di berbagai penjuru kota untuk mempromosikan acara ini.

Warga setempat mengeluhkan pemandangan yang dianggap tak senonoh, karena 3 atlet pria berfoto tanpa selembar benangpun, hanya berkaus kaki warna biru, putih, dan merah serta bersepatu bola. o mcpd