Rabu, 20 Februari 2013
69.000 Ton Nikel Indonesia Dikeruk Perusahaan Asing
Beritabatavia.com - Vale SA, induk usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang bermarkas di Brasil, mencatat sepanjang tahun 2012 telah mengeruk nikel dari tambang Sorowako, Sulawesi Selatan sebesar 69.000 ton.
Angka ini naik tipis 1,8% dari tahun sebelumnya 68 ribu ton. Kontribusi 29% terhadap total produksi nikel Vale SA di seluruh dunia sebanyak 237 ribu ton.
Seperti dikutip Laporan Vale SA, Rabu (20/2), produksi nikel Vale di Indonesia merupakan kontributor terbesar terhadap produksi Vale SA.
Di posisi kedua ditempati tambang nikel milik Vale SA di Kanada yaitu di Sudbury dengan total produksi 65 ribu ton, disusul tambang di Teluk Voisey sekitar 62 ribu ton. Kemudian tambang Thompson yang menghasilkan 24 ribu ton nikel.
Khusus pada kuartal IV 2012, tambang di Sorowako mencatat produksi sebesar 23 ribu ton atau naik hingga 51,6% dibandingkan periode yang sama 2011.
Pada kuartal I tahun lalu, produksi Vale Indonesia sempat turun karena perseroan melakukan pekerjaan pembangunan kembali tanur listrik 2 dan perbaikan tanur listrik 1 sejak tahun sebelumnya. Selesainya pemeliharaan tanur listrik ditujukan untuk meningkatkan volume produksi perseroan. o eeee