Senin, 25 Februari 2013
Kontrak Migas, Jero Wacik Dituding Bohongi Publik
Beritabatavia.com - Indonesian Resources Research (IRESS) menuding Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, dan Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana telah melakukan pembohongan publik. Mereka dituduh berbohong terkait kontrak Blok Mahakam.
"Kementerian ESDM sejak Oktober 2012 hingga saat ini cenderung memilih untuk memperpanjang kontrak Blok Mahakam kepada Total dan Inpex dibanding mengutamakan BUMN. Untuk itu KESDM dan SKK Migas tidak segan-segan melakukan kebohongan publik dan memanipulasi informasi," kata Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (25/2).
Marwan menyatakan bila pernyataan Jero bila Pertamina tidak mampu mengelola Blok Mahakam dinyatakan sebagai kebohongan publik. "Menteri Jero Wacik menyatakan Pertamina tidak mau dan tidak mampu mengelola Blok Mahakam," tuturnya.
Selain itu, dia juga menilai Rudi menyodorkan data fiktif terkait cadangan gas di Blok Mahakam. "Profesor Rudi Rubiandini menyatakan pada 2017 cadangan Blok Mahakam tersisa kurang dari 2 TCF," sambung Marwan.
Kemudian, tudingan Gde Pradnyana bahwa ada pihak-pihak yang membuat kekisruhan untuk membesarkan Pertamina agar menguasai Blok Mahakam juga dianggapnya usaha mengelabui masyarakat. "Malah Gde dengan sengaja menyebarkan isu bahwa Pertamina ingin menguasai 100 persem saham Blok Mahakam," ucap dia.
Padahal, lanjut Marwan, Pertamina telah menyatakan keinginan dan kemampuan untuk mengelola Blok Mahakam berulang-ulang sejak Juni 2008 serta telah menyatakan tidak berkeinginan mengelola 100 persen blok tersebut. o eeee