Jumat, 26 April 2013
DirNarkoba Bareskrim Polri Diadukan ke LBH
Beritabatavia.com - Dinilai petugas Direktorat IV Bareskrim Narkoba Mabes Polri arogan, berlebihan dan tak punya rasa prikemanusiaan, keluarga tersangka Selly Satria Aprianto alias Kiki(26), yang tewas ditembak pada Senin (22/4), mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan.
"Abang saya diperlakukan seperti ayam potong. Di tangannya kami temukan ada bekas gari, tapi dia ditembak 7 kali. Kalaupun abang saya memang salah, apakah memang harus ditembaki seperti itu, kalau dia hidup kan bisa diperiksa untuk mengungkap jaringannya," kata Selly Ledita Amelia (23), adik Kiki, di kantor LBH Medan, Jalan Hindu, Medan, Kamis (25/4), dengan diteman ibunya Elis Santi (43), dan bibinya Bebas Sari (53) serta sejumlah kerabat mereka.
Keluarga Kiki datang ke LBH Medan membawa barang bukti berupa baju kaos lengan pendek dengan 4 lubang yang disebut sebagai bekas peluru. "Baju ini sengaja tidak kami cuci. Di baju ini ada 4 lubang, tapi di tubuh abangnya ada 7 lubang bekas peluru, karena ada peluru yang kena di tangan,dada, perut dan punggung," ucap Selly sambil mengangkat baju Kiki.
Pengaduan keluarga Kiki diterima Irwandi Lubis, Kepala Divisi Advokasi, HAM dan Tipikor LBH Medan. "Kami hari ini menerima pengaduan dari korban penembakan yang diduga sebagai bandar narkoba. Keluarga sudah teken kuasa agar LBH mengawal kasus ini karena polisi dinilai telah melakukan judicial killing," ucap Irwandi.
Irwwandi mengatakan, bukti itu menguatkan tidak adanya perlawanan dalam penangkapan. LBH Medan akan mengadu langsung kepada Kapolri dan mendesak pembentukan tim untuk menyelidiki kasus ini. Mereka juga akan membuat sejumlah langkah hukum.
Irwandi menambahkan, LBH Medan juga akan mengadukan kasus ini kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). "Kami melihat ini kejahatan yang serius yang dilakukan aparat negara. "Kita tidak boleh membiarkan kepolisian meletakkan hukum di bawah kakinya," ucap Irwandi.
Dua orang tersangka pengedar narkoba tewas dalam operasi penangkapan di Medan, Selasa (23/4) petang. Ramadhan P Kesuma (26) tewas di Hotel Grand Aston Medan dan Selly Satria Aprianto alias Kiki (26) tewas di Perumahan Bukit Hijau Regency, Medan Selayang. Polisi menyatakan Ramadhan ditembak karena melakukan perlawanan, sedangkan Kiki ditembak karena mencoba melarikan diri. o pk