Kamis, 15 Juli 2010

UNS Temukan Pendeteksi Longsor dan Banjir

Ist.
Beritabatavia.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan alat pendeteksi dini longsor dan banjir. Alat deteksi ini lebih murah dari biasanya yang diimpor dari Australia.
Pembantu Dekan I MIPA UNS Surakarta, Ari Handono Ramelan, menjelaskan bahwa alat pendeteksi dini yang saat ini digunakan di sebagian besar wilayah di Indonesia adalah impor.
“Alat pendeteksi dini yang ada berasal dari Australia harganya satu alat bisa mencapai Rp350 juta hingga Rp400 juta. Tetapi dengan alat yang kami kembangkan ini bisa menghemat biaya karena hanya membutuhkan dana kurang dari Rp 100 juta,” ujarnya di sela-sela Konferensi Internasional Fisika dan Aplikasinya tahun 2010 di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu (14/7).
Alat ini bekerja ketika terjadi pergeseran tanah akan menghasilkan sinyal yang dikirimkan ke stasiun pemantau. Sebagai ujicoba, inclinometer ini akan dipasang di daerah rawan longsor di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. O ant/ale