Jumat, 16 Juli 2010
Warga Gadai Barang Untuk Sekolah Anak
Beritabatavia.com - Tahun ajaran baru ini, banyak masyarakat yang menggadaikan barang milknya demi untuk membiayai anaknya sekolah.
Contohnya yang dialami Ny Wardah, warga Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ia mengaku menggadaikan barang perhiasannya karena demi untuk membiayai anaknya masuk ke sekolah. “Ada aja, mulai uang gedung, buku hingga pakaian. Semuanya duit, enggak bisa ditunda... ya... udah, kalung emas kita gadein, ujarnya, Jumat (16/7).
Tahun ajaran baru sendiri telah dimulai sejak Senin (12/7) menyisakan berbagai problem keuangan tersendiri bagi para orangtua murid yang ingin mengurus keperluan administrasi sekolah anaknya. Kondisi ini mengakibatkan kantor Pegadaian Tanjungduren dan sejumlah pegadaian lainya diserbu orangtua murid yang ingin menggadaikan barang.
Fitri Ratnawati (47) misalnya, ibu tiga anak yang tinggal di kawasan Tanjungduren mengaku, mendatangi kantor pegadaian untuk menggadaikan gelang emas 24 karat seberat 20 gram demi keperluan sekolah anaknya yang tahun ini diterima di salah satu SMA negeri di Jakarta Barat.
Ibu rumah tangga ini mengaku membutuhkan sedikitnya Rp 7 juta sebagai keperluan anaknya yang sudah diterima di salah satu SMA negeri di bilangan Kebonjeruk. Jika masih kurang, ia bermaksud meminjam ke saudara dan kerabat terdekat.
"Semoga kurangnya tidak banyak, jadi bisa pinjam dulu ke saudara. Memang pendidikan harus diutamakan, kalau untuk keperluan sehari-hari, hasil keuntungan berdagang masih cukup," jelasnya.
Pjs Kepala Cabang Pegadaian Tanjungduren, Dody Haryono, mengatakan, sampai Juni 2010, pihaknya sudah mengucurkan kredit Rp 51 miliar dari target Rp 120 miliar untuk tahun ini. Khusus Juli 2010, terkucur kredit Rp 3,4 miliar kepada 900 nasabah. Sebagian besar didominasi untuk modal usaha dan sisanya keperluan sekolah anak.
Dody mengaku tiga bulan terakhir ini terjadi peningkatan penyaluran kredit sekitar 6 persen. Satu persen di antaranya oleh nasabah digunakan untuk keperluan sekolah di saat tahun ajaran baru ini.
“Kenaikan penyaluran kredit saat tahun ajaran baru tidak terlalu mencolok, berbeda jika menjelang Idul Fitri yang biasanya melonjak 20-25 persen,†ujar Dody.
Untuk barang yang dijadikan agunan, masih didominasi perhiasan emas seperti kalung, cincin dan gelang 5-100 gram per nasabah. "Sisanya barang-barang elektronik seperti TV, HP, hingga kendaraan bermotor. Selama Januari hingga Juni 2010 uang tebusan yang masuk ke kantor kami mencapai Rp 48 miliar, ujarnya. O brn