Jumat, 16 Juli 2010

3538 Kendaraan Ditilang

Ist.
Beritabatavia.com - Polda Metro Jaya menindak sedikitnya 3.538 kendaraan saat hari pertama Operasi Patuh Jaya 2010 yang digelar secara serentak, Kamis (15/7). Selain itu, sebanyak 1.524 SIM, 1.958 STNK, 49 sepeda motor dan 7 unit mobil juga disita sebagai barang bukti. Selain memberikan surat bukti pelanggaran (tilang) kepada para pengendara, petugas juga memberikan teguran simpatik kepada 1.238 kepada pengendara yang kedapatan melanggar.
“Mobil dan sepeda motor yang disita diduga hasil pencurian. Pengendaranya kita mintai keterangan,” ujar AKBP Johansen Simamora, Kasubdit Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Jumat (16/7).
Untuk wilayah yang paling banyak terdapat pelanggaran lalu lintas di hari pertaman Operasi Patuh Jaya tahun ini, terdapat di Jakarta Utara dengan 831 pelanggaran, disusul Jakarta Timur sebanyak 383 pelanggaran dan Kota Bekasi dengan 283 pelanggaran. Kemudian Kota Tangerang dengan 205 pelanggaran, Jakarta Barat 168 pelanggaran, Bandara Soekarno Hatta 132 pelanggaran, Jakarta Selatan 129 pelanggaran, Depok 123 pelanggaran, Kabupaten Tangerang 101 pelanggaran, Jakarta Pusat 97 pelanggaran dan Kabupaten Bekasi dengan 38 pelanggaran.
“Wilayah yang paling sedikit pelanggaran lalu lintasnya yakni, 38 pelanggaran. Operasi ini kami lakukan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Johansen.
Sebanyak 2.359 petugas diterjunkan untuk mendukung kesuksesan operasi tersebut. Operasi bertujuan untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat dan menindak tegas pelanggar lalu lintas.
Selain itu, petugas juga melakukan sterilisasi jalur busway di sepanjang Koridor III dan Koridor V agar tidak dimasuki kendaraan lainnya selain Bus Transjakarta. "Sterilisasi jalur busway juga dilakukan, untuk memberi kenyamanan bagi pengguna Bus Transjakarta," paparnya.
Johansen berharap, kegiatan ini dapat memberi efek jera kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan agar dapat lebih tertib berlalu lintas. Karena selama ini menrutnya, prilaku pengguna jalan masih sangat buruk sehingga banyak pelanggaran yang menyebabkan terjadinya kemacetan dan kecelakaan. "Semoga warga akan lebih tertib dalam berlalu lintas," tandasnya. O nor