Selasa, 16 Juli 2013
Nabire Rusuh, Copot Kapolda Papua
Beritabatavia.com - Indonesian Police Watch (IPW) sangat menyayangkan tragedi di Nabire. Semestinya kerusuhan yg memakan korban tewas 18 orang ini tidak perlu terjadi. Tapi akibat kecerobohan panitia dan lemahnya aparat keamanan mengantisipasi situasi akhirnya even olahraga tersebut berubah menjadi kerusuhan.
"Tragedi di Nabire adalah tragedi terburuk dalam sejarah olahraga Indonesia. Yang ironis, polisi tida berbuat apa-apa hingga nyawa 18 orang melayang sia-sia," tutur Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Selasa (16/07/2013).
Untuk itu, kata Neta Kapolres Nabire dan Kapolda Papua harus bertanggungjawab. Polisi sudah memberi izin pada even pertandingan tinju tersebut sehingga apapun yang terjadi di dalam even itu polisi harus bertanggungjawab.
"Meregangnya nyawa 18 orang dalam even tersebut bukanlah hal yang kecil. Untuk itu, Kapolri harus mencopot Kapolres dan Kapolda Papua. Polisi tak melakukan deteksi dini dan melakukan antisipasi sehingga pertandingan itu berakhir dengan kerusuhan massal," tambahnya.
Neta menjelaskan jika polisi melakukan deteksi dini, aparat kepolisian di lapangan tentu bisa segera melakukan antisipasi maksimal, misalnya menghentikan pertandingan dan membubarkan massa.
Lantas, kata Neta kenapa IPW mendesak kapolda juga harus dicopot, sebab sejak Irjen Tito Karnavian menjadi Kapolda Papua banyak sekali tragedi terjadi di Papua dan tragisnya tidak satu pun yang terungkap hingga kini, misalnya penyerangan yang menewaskan sejumlah anggota TNI, pembunuhan terhadap anggota Polri, kerusuhan Nabire, dan lain-lain.
"Belajar dari tragedi Nabire, sekarang saatnya polisi mengevaluasi kinerja jajarannya di Papua. Selanjutnya polisi harus mengantisipasi acara-acara yang berlangsung di Papua dengan maksimal," pungka Neta. o ht