Senin, 09 September 2013
Peradilan Militer Tak Mampu Ungkap Aktor Kasus Cebongan
Beritabatavia.com - Keraguan terhadap akuntabilitas peradilan militer mencuat karena tak mampu mengungkap aktor lain dalam kasus Cebongan. Sehingga, selama impunitas masih dipertahankan, maka Peradilan militer tidak akan membuat efek jera para pelakunya.
Ketua SETARA Institute, Hendardi mengatakan, jaminan impunitas dari negara terhadap peradilan militer telah menanamkan superioritas tanpa pengawasan yang ketat.
Menurut Hendardi, vonis kasus Cebongan telah membuktikan bahwa peradilan militer menjadi impunitas bagi dugaan keterlibatan aktor lain. Peradilan militer gagal mengkonstruksi peristiwa yang sesungguhnya dan dijadikan sarana legitimasi mempertahankan sistem peradilan militer. Kasus Cebongan justru harus menjadi momentum reformasi peradilan militer. Agenda ini adalah mutlak dan harus segera.
Sementara itu, Hendardi mengatakan, penggiringan opini publik dan langkah persuasif petinggi TNI telah berhasil mempengaruhi publik dan sejumlah komisi-komisi negara yang 'menerima' peradilan militer sebagai salah satu mekanisme yang pantas dipertahankan karena dianggap masih efektif, fair, dan bisa menjatuhkan vonis berat bagi terdakwa anggota militer.
Sejumlah komisi negara bahkan lupa agenda sesungguhnya dari advokasi kasus Cebongan bahwa yang menjadi tujuan utama adalah memastikan semua orang sama di hadapan hukum. Hendardi menegaskan, tidak ada supremasi militer yang melakukan tindak pidana umum atas warga negara sipil lainnya.0 son