Senin, 09 September 2013
Manuver Kompolnas Menyudutkan Polri
Beritabatavia.com - Peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dinilai sudah terlalu jauh memasuki internal Polri, bahkan cenderung melakukan manuver politik untuk menyudutkan Polri.
Penilaian tersebut disampaikan ketua presedium kIndonesia Police Watch (IPW) Neta Pane. Menurut Neta, pihaknya menyayangkan manuver politik yang dilakukan Kompolnas. Dalam dua bulan terakhir sedikitnya ada tiga manuver politik yang dilakukan Kompolnas, yang berpotensi memecah belah internal Polri.
Pertama, Kompolnas merekrut sejumlah pati menjadi bakal calon kapolri. Padahal belum ada surat permintaan dari Presiden SBY, terutama ke internal polri agar mempersiapkan proses pergantian kapolri. Kedua, mewawancarai para bakal calon kapolri dan meminta mereka melaporkan kekayaannya ke KPK. Dalam hal ini para pati cenderung dijadikan kelinci percobaan.
Ketiga, Kompolnas mengumumkan ada 3 pati bakal calon kapolri punya rekening gendut Padahal sejauh ini belum ada proses hukum terhadap kasus rekening gendut di Polri. Bahkan Kapolri BHD waktu itu sdh mengatakan bahwa kasus rekening gendut Polri sudah selesai. KPK pun tidak pernah mau menyidik kasus tersebut. Dari ketiga manuver politik ini, IPW menilai Kompolnas sudah melakukan pembunuhan karakter, baik terhadap Kapolri Timur Pradopo maupun terhadap para bakal calon kapolri, terutama yang disebut-sebut terlibat rekening gendut.
Manuver politik Kompolnas ini sangat tidak etis dan bisa dinilai sebagai sebuah upaya untuk mendukung dan menggolkan calon tertentu. Untuk itu IPW mendesak Kompolnas segera meminta maaf, terutama terhadap Kapolri Timur Pradopo yang sudah terzalimi akibat adanya isu pergantian kapolri yang digulirkan Kompolnas. Padahal sejauh ini belum terlihat ada tanda-tanda dari presiden akan mengganti kapolri Jenderal Timur Pradopo, sementara masa pensiun timur sendiri baru jatuh tempo pada Januari 2014.
Untuk itu IPW berharap, kompolnas menghentikan manuver politiknya sampai kemudian ada surat dari presiden ke polri yang meminta diprosesnya pergantian kapolri. Jika manuver politik kompolnas ini dibiarkan akan terjadi tarik menarik di internal polri. Akibatnya polri tdk solid akibat intervensi pihak luar.O son