Sabtu, 14 September 2013

Diduga Penembak Polisi Dilindungi

Ist.
Beritabatavia.com - Pernyataan pimpinan Polri perihal motif penembakan terhadap Briptu Ruslan anggota Sabhara Mabes Polri, di Perumahan Bhakti Abri, Cimanggis, Depok, Jumat (13/9) sekitar pukul 18.45 adalah kriminal, dinilai terlalu dini.

Menurut Ketua SETARA Institute, Hendardi, pengungkapan motif terlalu cepat justru menimbulkan keganjilan. Seharusnya Polri menyelidiki peristiwa ini secara akurat dan siapapun pelakunya harus diungkap secara transparan.

Hendardi menjelaskan, seperti dalam peristiwa yang menimpa Bripka Sukardi sebelumnya, kesimpulan Polri bahwa pelaku adalah jaringan teroris yang sama dengan pelaku penembakan di Tangerang Selatan, belakangan justru muncul dugaan lain.
“Seperti saya katakan sebelumnya bahwa potensi pelaku ada pada banyak pihak. Jadi, sebaiknya jangan terburu-buru menyimpulkan. Yang perlu disegerakan adalah menangkap pelaku, apalagi Polri mengatakan sudah tahu pelakunya, meski dilindungi oleh kelompok tertentu, “ kata Hendardi

Dia menambahkan, penembakan anggota Polri, utamanya dalam kasus Kuningan, bisa jadi merupakan klimaks kompetisi bisnis keamanan (security bussines) yang masih menjadi praktik lumrah di tubuh Polri dan TNI.

Ini adalah bagian paket reformasi TNI dan Polri yang belum dituntaskan sejak reformasi bergulir dan memandatkan penataan dan pelarangan praktik bisnis keamanan. Hendardi mengingatkan, kalau hanya disikapi sporadis, peristiwa serupa sangat potensial terjadi.O son