Selasa, 19 November 2013

Pemprov DKI Ngawur, Rekayasa Cuaca Atasi Banjir

Ist.
Beritabatavia.com - Rencana Pemprov DKI melakukan rekayasa cuaca untuk mengatasi banjir yang diperkirakan puncaknya pada Desember-Januari 2014 dinilai aneh bahkan ngawur dan bukan solusi.

Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief mengatakan, bukan begitu caranya untuk melakukan tindakan antisipasi curah hujan. Karena, tidak semua cuaca bisa direkayasa. Kemudian, dibutuhkan biaya yang sangat besar, dan kalaupun berhasil hanya untuk momen-momen tertentu saja.

Menurut Andi, negara-negara maju seperti Rusia saja tak mampu berbulan-bulan melakukan rekayasa cuaca. Seandainya berhasil, Andi Arief menambahkan, maka ketersediaan air tanah akan berkurang. “Bukankah Pemda DKI membangun biopori dengan dana milyaran? Ini cara pragmatis bukan solusi,” katanya, Selasa (19/11). 

Andi Arief juga mengingatkan, bahwa penyebab banjir di Jakarta karena kirimam dari Bogor. Maka akan menjadi aneh jika modifikasi cuacanya dilakukan di Jakarta.

“Wadoow,  jika modifikasi cuaca bisa atasi banjir, saya yakin Amerika Serikat juga akan lakukan hal yang sama,” tegas Andi. Menurutnya, kejadian alam dengan manusia sama halnya dengan adaptasi yang berkelanjutan. 
Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan rekayasa cuaca akan dimulai Desember mendatang.

Menurut Basuki yang biasa disapa Ahok Pemprov DKI akan meminta kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan rekayasa cuaca. Rekayasa cuaca diharapkan mampu mengurangi intensitas hujan yang diprediksi mencapai puncaknya Desember-Januari.

"Kita mau suratin BPPT. Desember ini kita ingin mulai rekayasa cuaca," kata Ahok, di Balaikota DKI, Selasa (19/11). Ahok menjelaskan, melalui rekayasa cuaca, nantinya hujan dapat dialihkan dan didorong ke arah laut agar tidak lagi turun deras di wilayah kota.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan melayangkan surat serupa kepada  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).O son