Selasa, 14 Januari 2014

1.200 Rumah Kampung Pulo Masih Terendam Banjir

Ist.
Beritabatavia.com - Sebanyak 1.200 rumah di pemukiman padat penduduk Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, hingga Selasa (14/1) ini masih tergenang banjir. Walau kondisinya tidak separah pada Senin (13/1) kemarin, namun sebagian besar warga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian.

Banjir yang merendam sekitar 1.200 rumah itu tersebar di 43 RT dan 7 RW di Kampung Pulo, dengan ketinggian genangan 30-150 sentimeter. Akibatnya, sekitar 1.508 kepala keluarga (KK) atau 3.428 jiwa terkena dampaknya.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengatakan, saat ini jumlah pengungsi warga Kampung Pulo sebanyak 1.326 jiwa. Mereka tersebar di beberapa titik di antaranya, kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur 532 jiwa (sebelumnya 670), Gereja Oikononia 257 jiwa, kantor Kelurahan Kampung Melayu 200 jiwa. Kemudian Masjid At-Tawabin 187 jiwa. Selain itu di tenda yang didirikan di Jalan Jatinegara Barat sebanyak 150 jiwa.

"Untuk di posko RS Hermina kalau siang hari kosong, karena mereka pulang. Kemudian jika malam hari dan kondisinya rawan mereka kembali mengungsi ke RS Hermina. Jadi kita juga bingung mencatat data pengungsi di RS Hermina, karena mereka tidak pasti," ujar Bambang Pangestu, Selasa (14/1).

Yati (30), salah seorang pengungsi di Sudin Kesehatan Jakarta Timur, mengatakan, saat ini rumahnya di RT 05/03 masih terdapat genangan. Sehingga ia bersama suami dan tiga anaknya memilih bertahan di pengungsian. Apalagi saat ini anak bungsunya Bima (7 bulan) sedang sakit campak. Dua anak-anak lainnya pun masih kecil yakni Aldo (9) dan Jihan (4). Mereka sangat rentan jika harus kembali ke rumah yang masih digenangi banjir.

"Sekarang air sudah mulai surut, tapi di bawah masih banjir. Listrik juga di rumah masih padam. Makanya kami bertahan dulu sampai Rabu besok, menunggu benar-benar surut," tandasnya.

Sedangkan Jalan Raya Jatinegara Barat, yang sempat ditutup karena terkena banjir pada Senin kemarin, kini sudah mulai dibuka. Namun, dari tiga lajur yang ada, hanya dua lajur yang dibuka. Sedangkan satu lajur masih ditutup. Sebab, di kawasan tersebut masih terdapat dua tenda pengungsian yang dihuni 150 jiwa pengungsi. Sampah sisa banjir juga masih berserakan di jalan tersebut. o bjc