Kamis, 22 Juli 2010

Mal Perparah Kemacetan

Ist.
Beritabatavia.com - Keberadaan pusat  perbelanjaang seperti mal, menjadi salah satu sumber kemacetan di Jakarta. Lokasi mal yang tidak sesuai dengan tata letak kota kian memperparah kondisi lalu lintas yang sedang macet.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, lokasi penempatan pintu masuk ke dalam mal yang berada persis di pinggir jalan protokol, menimbulkan antrian panjang kendaraan. Kondisi inilah yang menjadi salah satu sumber semrawutnya lalu lintas di Ibukota.
Plaza Semanggi adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ikut menyumbang kemacetan. Pintu masuk tempat ini yang berada persis di pinggir Jalan Gatot Subroto atau putara Semanggi. Saban hari, kemacetan kerap terjadi di sekitar Plaza Semanggi, baik di depan yang berbatasan langsung dengan di Jalan Gatot Subroto atau pun Jalan Jenderal Sudirman yang berada di sisi kanan.  
“Antrian kendaraan yang akan masuk ke dalam mal, membuat dampak kemacetan  panjang di Jalan Gatot Subroto dan Sudirman," kata Boy, Kamis (22/7).
Tidak tersedianya lahan parkir yang memenuhi kapasitas pada mal dan perkantoran juga membuat banyak pengendara memarkir kendaraannya di pinggir jalan.
Pada masa mendatang, Pemprov DKI Jakarta diharapkan mau melibatkan kepolisian untuk membahas tata ruang setiap bangunan yang akan dibangun seperti mal, perkantoran, atau apartemen. Hal itu, menurut Boy,  dilakukan agar kepolisian bisa memberikan masukan tata letak untuk pintu masuk mal, yang sebaiknya tidak berada di jalan protokol, seperti Plaza Semanggi, Pusat Grosir Cililitan, Atrium, City Walk, dan Mall Of Indonesia, La Piazza, Blok M Plaza.
"Jangan sampai pintu masuk mal malah jadi sumber penyempitan di jalan raya," tuturnya.
Berdasarkan data yang ada, Jakarta memiliki luas wilayah 662 kilometer persegi dengan panjang jalan yang hanya 7.650 kilometer dan luas jalan 40,1 kilometer atau 0,26 persen dari luas wilayahnya.
Dengan data tersebut, Jakarta sudah tidak bisa mengimbangi jumlah kendaraan bermotor yang pertumbuhannya mencapai 9 hingga 15 persen per tahun. Sementara pertumbuhan jalan hanya 0,01 persen per tahun.  O nor