Senin, 10 Maret 2014

China Berang Penanganan Korban MAS

Ist.
Beritabatavia.com - Media China berang dan mencaci pemerintah Malaysia dalam penanganan misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines System (MAS) MH370 yang membawa 153 penumpang warga China.

Lebih 300 kerabat dan handai tolan yang keluarganya hilang bersama MAS MH370, menuduh maskapai pembawa bendera Malaysia itu menyembunyikan penyebab sesungguhnya dan status pesawat itu setelah lebin dari 48 jam raib sejak Sabtu (8/3/2014) pada pukul 01:30.

Warga negara China adalah mayoritas penumpang pesawat nahas yang total berjumlah 239 orang itu.

Tabloid milik grup Harian Rakyat, The Golbal Times, menulis editorial, bahwa “pemerintah Malaysia jangan mengelak dari tanggung jawab,” kutip koran Singapura, The Straits Times, Senin (10/3/2013).

“Sampai kemarin, mereka tidak bisa meyakinkan secara akurat menyebut jumlah penumpang. Respons awal pihak Malaysia tidak cukup cepat. Ada banyak bolong-bolong dalam kerja MAS dan petugas keamanan di sana,” tulis The Global Times.

Menurut media ini, MAS mestinya bisa mengatakan penyebab kecelakaan itu, apakah karena matinya mesin pesawat atau kesalahan pilot dan kelengahan petugas pengecek di Bandara Internasional Kuala Lumpur KLIA ataukah karena serangan para teroris.

Koran China Daily menulis editorialnya pada Senin (10/3/2014), seperti ini: “Apakah pesawat yang raib itu sudah diketemukan , dan apakah hilangnya pesawat karena serangan teroris atau kesalahan mesin, serta yang paling penting ternyata ada dua penumpang yang menggunakan paspor curian. Ini patut menjadi alarm bagi seluruh penerbangan di dunia bahwa kemananan harus dilakukan dengan ketat di semua bandara, karena terorisme berusaha mengotori peradaban manusia dengan darah-darah orang yang tak berdosa,” tulis mereka.

Menurut kantor berita Xinhua, mengutip pemerintah Malaysia, bahwa China mengirim para pejabatnya ke Kuala Lumpur “untuk mendesak dilakukan percepatan misi search and rescue, yang menyelidiki insiden ini dan membantu para anggota keluarga korban yang sudah berada di Malaysia.”

Para pejabat China datang pada Senin sore di Kuala Lumpur. Mereka dikirim oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kemanan Umum, Kementerian Transportasi dan Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia.

China terpaksa mengirim enam kapal angkatan lautnya untuk menjalankan misi search and rescue di seputar perairan Vietnam. o kay